BANYUMAS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menggelar apel pagi yang dirangkaikan dengan penjelasan teknis pelaksanaan razia gabungan dan tes urine. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 sekaligus wujud komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan rutan.
Apel dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Pratama Deri Budiwiratmo atas arahan Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat struktural Rutan Banyumas, anggota TNI Koramil 07 Banyumas, Polsek Banyumas, perwakilan BNN Banyumas, staf, CPNS, serta peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan. Kehadiran lintas instansi ini mencerminkan sinergi dalam menciptakan rutan yang aman dan bersih.
Dalam amanatnya, Pratama menegaskan apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi sebelum pelaksanaan razia gabungan serta tes urine. Ia menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan profesionalisme petugas.
“Zero halinar bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi budaya kerja. Kami berkomitmen penuh mewujudkan rutan bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba,” tegas Pratama.
Razia gabungan dan tes urine disebut sebagai langkah strategis untuk deteksi dini dan pencegahan peredaran barang terlarang. Setiap tim telah mendapat pembagian tugas jelas, mulai dari penggeledahan kamar hunian, pengamanan, administrasi, hingga pelaksana tes urine. Penjelasan teknis diberikan detail agar kegiatan berjalan efektif dan terkoordinasi.
Apel pagi ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan aman. Dengan persiapan matang serta kerja sama solid, Rutan Kelas IIB Banyumas optimis mampu mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang tertib, bersih, dan bebas dari halinar (Handphone, Pungli dan Narkoba). (Angga Saputra)








