INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Takbir Idulfitri, dari Tradisi Rasulullah hingga Syiar di Pasar

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Foto : Kemenag RI)

Sabtu, 21 Maret 2026

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan sejarah panjang tradisi takbir Idulfitri yang telah mengakar sejak masa Rasulullah SAW. Tradisi ini, menurutnya, terus berkembang menjadi syiar yang hidup di tengah masyarakat, termasuk di Indonesia dengan ragam kekhasan budayanya.

Hal itu disampaikan Menag dalam rangkaian Gema Takbir Akbar Nasional 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (20/3/2026). Ia menekankan bahwa takbir bukan sekadar ritual, melainkan ekspresi spiritual menyambut kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.

“Rasulullah SAW melepas bulan Ramadan dengan takbir. Tradisi ini kemudian dilanjutkan oleh para sahabat dengan mengumandangkan takbir di ruang-ruang publik,” ujar Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Dari Masjid hingga Pasar: Syiar yang Menyatukan

Menag menjelaskan, para sahabat seperti Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar tidak hanya mengumandangkan takbir di masjid, tetapi juga di pasar-pasar. Praktik ini kemudian diikuti oleh masyarakat luas, menghadirkan suasana syiar yang semarak dan membuktikan bahwa takbir merupakan bagian dari kehidupan sosial yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Ia menambahkan, kekhasan Indonesia dalam merayakan Ramadan dan Idulfitri turut memperkaya syiar tersebut. Tradisi seperti membangunkan sahur, bedug, hingga takbiran keliling menjadi bagian dari kekayaan budaya umat Islam Tanah Air.

“Indonesia adalah salah satu negara yang paling semarak dalam menyambut Ramadan. Tradisi membangunkan sahur, takbiran, hingga berbagai ekspresi budaya menjadi bagian dari kekayaan umat Islam di sini,” katanya.

Bedug dan Seni Budaya sebagai Sarana Dakwah

Dalam kesempatan itu, Menag juga menyoroti sejarah panjang bedug yang mengiringi takbir.

Menurutnya, tradisi ini berkembang sejak masa Wali Songo sebagai sarana syiar Islam. Bedug awalnya berfungsi sebagai penanda waktu dan alat komunikasi masyarakat sebelum teknologi pengeras suara ditemukan.

“Bedug menjadi simbol kebersamaan dan penanda penting dalam kehidupan masyarakat. Dari penanda waktu salat hingga berbagai peristiwa sosial, semuanya terhubung dengan tradisi ini,” ujarnya.

Nasaruddin menegaskan bahwa seni dan ekspresi budaya yang mengiringi syiar keagamaan memiliki peran penting dalam memperhalus budi pekerti dan mendekatkan manusia kepada nilai-nilai ketuhanan.

“Segala sesuatu yang indah dapat menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, selama tetap dalam koridor yang baik dan membawa kemaslahatan,” tuturnya.

Ia juga menguraikan makna mendalam dari lafaz “Allahu Akbar” sebagai ungkapan keagungan Allah yang memberikan energi, kekuatan, dan semangat dalam kehidupan beragama. Takbir, tegasnya, menjadi pengingat untuk terus memperkuat keimanan dan menjaga semangat kebaikan pasca-Ramadan.

Gema Takbir Lintas Negara MABIMS

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa Gema Takbir tahun ini memiliki dimensi yang lebih luas karena melibatkan negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Takbir dikumandangkan secara bergantian melalui sambungan virtual.

“Gema Takbir Idulfitri 1447 H ini tidak hanya berlangsung di tingkat nasional, tetapi juga menggema lintas negara melalui kerja sama MABIMS,” ujar Abu.

Menurutnya, keserentakan perayaan Idulfitri di negara-negara tersebut semakin memperkuat nuansa persatuan dan kebersamaan umat Islam di Asia Tenggara.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk terus memperkuat sinergi regional dalam syiar Islam, sekaligus menghadirkan pengalaman keagamaan yang lebih luas bagi masyarakat,” tandasnya. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Halalbihalal PDIP, Megawati Diskusikan Geopolitik hingga Perubahan Iklim dengan Dubes Inggris-Iran-Palestina

TERBARU

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Takbir Idulfitri, dari Tradisi Rasulullah hingga Syiar di Pasar

Sabtu, 21 Maret 2026

Halalbihalal PDIP, Megawati Diskusikan Geopolitik hingga Perubahan Iklim dengan Dubes Inggris-Iran-Palestina

Halalbihalal PDIP, Megawati Diskusikan Geopolitik hingga Perubahan Iklim dengan Dubes Inggris-Iran-Palestina

Sabtu, 21 Maret 2026

Presiden Prabowo: Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir 100 Persen, Warga Bangkit Lebih Cepat

Presiden Prabowo: Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang Hampir 100 Persen, Warga Bangkit Lebih Cepat

Sabtu, 21 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com