BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas bersama jajaran TNI, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Candi 2026” di halaman Polres Banyumas, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Apel dihadiri langsung oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, serta perwakilan organisasi dan instansi terkait.
Banyumas Masuk 5 Besar Tujuan Favorit Mudik
Bupati Sadewo menyampaikan bahwa pemkab bersama stakeholder mulai mematangkan persiapan menyambut arus mudik Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kenyamanan para pemudik, mengingat Banyumas diprediksi menjadi salah satu destinasi utama di Jawa Tengah.
“Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia, Banyumas masuk dalam lima besar tujuan favorit mudik tahun ini,” jelasnya.
Meskipun prediksi awal Kementerian Perhubungan sempat menunjukkan potensi penurunan jumlah pemudik, kondisi di lapangan kerap menunjukkan dinamika berbeda. Lonjakan pemudik tersebut diyakini akan memberikan multiplier effect signifikan bagi perekonomian lokal, khususnya di wilayah Purwokerto.
Infrastruktur Jalan: Tambal Sulam karena Keterbatasan Anggaran
Terkait kesiapan infrastruktur, Sadewo mengaku telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan perbaikan pada jalur-jalur utama mudik. Namun, ia mengakui adanya keterbatasan anggaran sehingga perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam guna menutup lubang-lubang jalan agar tetap layak dilalui.
“Perbaikan difokuskan pada peningkatan kelayakan jalan, meskipun belum dilakukan pengaspalan ulang secara menyeluruh. Saya berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan jalan secara bertahap,” ujarnya.
Sadewo pun mengajak masyarakat untuk memahami kondisi keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan perbaikan jalan tersebut.

822 Personel Diterjunkan, Pos Pengamanan Disiapkan
Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Petrus Silalahi menegaskan kesiapan pihaknya mengamankan pergerakan masyarakat melalui Operasi Ketupat dengan tagline Mudik Aman Keluarga Bahagia.
Sebanyak 822 personel atau setara dua per tiga kekuatan Polresta Banyumas diterjunkan untuk membantu kelancaran arus mudik sekaligus menjaga titik-titik keramaian.
Untuk mendukung operasional di lapangan, Polresta Banyumas menyiapkan sejumlah pos, di antaranya:
· Pos Pengamanan Terpadu di Alun-Alun Banyumas.
· Pos Pelayanan di Terminal Bus Bulupitu serta stasiun kereta api di wilayah Purwokerto.
· Pos Jalur Arus Balik di tiga titik strategis: Ajibarang, Kemranjen, dan Wangon.
Antisipasi Puncak Arus Balik dan Rekayasa Lalu Lintas
Pihak kepolisian memberikan perhatian khusus pada periode arus balik yang diprediksi mencapai puncaknya pada H+3 hingga H+5 Lebaran. Polresta Banyumas telah berkoordinasi dengan sejumlah wilayah sekitar seperti Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, hingga Cilacap.
“Ketika volume kendaraan meningkat, kami akan menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas, termasuk sistem buka-tutup di titik padat seperti Wangon serta jalur Ajibarang yang mengarah ke Pejagan, Brebes,” ungkap Petrus.
Inovasi Travel Assistant Corridor dan Fasilitas Pendukung
Pada Operasi Ketupat tahun ini, Polresta Banyumas juga memperkenalkan pola pelayanan Travel Assistant Corridor. Program ini bertujuan memberikan rasa aman bagi pemudik dengan menghadirkan petugas gabungan dari Polri, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat di sepanjang jalur yang dilalui.
Sejumlah fasilitas pendukung turut disiapkan, di antaranya:
· Bengkel Mobile untuk membantu kendaraan yang mengalami kendala teknis.
· Medis Mobile guna memberikan pertolongan pertama bagi pengemudi yang mengalami gangguan kesehatan.
· Layanan Derek yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, disiagakan khususnya di wilayah Ajibarang.
Melalui berbagai persiapan tersebut, diharapkan seluruh pemudik yang melintasi wilayah Banyumas dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan selamat hingga sampai ke tujuan. (Angga Saputra)









