PURWOKERTO – Empat mahasiswa Program Studi Farmasi S1 Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terbang ke Malaysia untuk mengikuti Student Mobility Program di INTI International University. Program yang berlangsung selama empat bulan ini menjadi bekal berharga bagi para mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus membuka peluang karier di tingkat internasional.
Mereka adalah Muhammad Naufal Zaidaan, Najwa Haya Asy Syahla, Oktaviany Salsabillah, dan Syifa Permata Buana. Selama di negeri jiran, keempat mahasiswa tidak hanya mengikuti perkuliahan di lingkungan akademik bertaraf global, tetapi juga berkesempatan membangun jaringan dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Salah satu peserta, Muhammad Naufal Zaidaan, mengaku bersyukur atas kesempatan emas ini. Ia menilai program tersebut menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga dalam perjalanan akademiknya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan bangga karena pendidikan ternyata tidak terbatas hanya di UMP saja. Saya senang menjadi angkatan pertama di program ini dan berharap bisa menjadi acuan bagi teman-teman serta adik tingkat yang nantinya ingin mengambil program serupa,” ujar Naufal, Senin (9/3).
Naufal menambahkan, keikutsertaannya dalam program ini tidak hanya memberikan tantangan akademik, tetapi juga melatih kemandirian dan membuka perspektif baru.
“Pengalaman hidup mandiri di negara orang selama empat bulan tentu memberikan perspektif berbeda. Sistem perkuliahan di sini juga tidak sama, baik dari segi etika maupun materi pembelajaran. Motivasi mahasiswa di sini sangat tinggi, sehingga kita harus mampu mengimbangi, terutama saat diskusi kelas,” jelasnya.
Tak hanya soal akademik, Naufal juga optimistis pengalaman ini akan membuka peluang karier di masa depan. Menurutnya, lulusan dari universitas internasional memiliki prospek kerja yang luas dan berkesempatan berkarier secara global.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Farmasi UMP yang telah memberikan dukungan penuh, termasuk fasilitas konversi mata kuliah dan bantuan biaya.
“Prodi sangat mendukung. Kami difasilitasi konversi beberapa mata kuliah dan diberikan bantuan biaya, sehingga bisa lebih fokus menjalani perkuliahan di INTI. Saya juga merasa diapresiasi karena bisa menjadi representasi prodi dalam program ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Farmasi S1 UMP, apt. Suparman, Ph.D., menjelaskan bahwa program mobilitas internasional ini merupakan agenda rutin tahunan untuk meningkatkan kualitas lulusan.
“Setiap tahun kami mengirimkan mahasiswa dalam beberapa gelombang untuk mengikuti program pembelajaran di luar negeri. Tujuannya agar mereka memiliki wawasan dan pengalaman dalam pergaulan internasional,” jelas Suparman.
Menurutnya, pengalaman belajar di lingkungan global menjadi bekal penting agar mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Dengan pengalaman ini, saat lulus nanti mahasiswa tidak hanya siap bersaing di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga memiliki kesiapan bersaing di level internasional,” pungkasnya.
Melalui program ini, diharapkan semakin banyak mahasiswa Farmasi UMP yang termotivasi untuk mengikuti program serupa. Selain memperluas cakrawala akademik, langkah ini juga menjadi strategi kampus dalam mencetak lulusan berdaya saing global. (Angga Saputra)









