PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pramusrembang) Tematik Stunting 2026 di Pendopo Si Panji, Senin (9/3). Forum ini menjadi ajang strategis memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.
Sinergi Program dan Tujuan
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Banyumas, Triadi, menegaskan Pramusrembang Tematik Stunting bertujuan:
– Mengidentifikasi kendala di lapangan
– Menyusun usulan program prioritas untuk Musrembang RKP Kabupaten
– Memperkuat komitmen dan kolaborasi lintas pihak
– Mengoptimalkan perencanaan program dan lokasi prioritas untuk RKP 2027
“Hasil pembahasan di tingkat kecamatan menjadi masukan penting untuk mengidentifikasi berbagai kendala serta tantangan di lapangan,” ujarnya.
Fokus Intervensi
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menekankan stunting bukan sekadar isu kesehatan, melainkan persoalan pembangunan manusia. Pemerintah daerah memfokuskan intervensi sensitif pada:
– Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
– Penyediaan akses air bersih
– Peningkatan sanitasi masyarakat
Program RTLH Banyumas bahkan mencatat efisiensi anggaran 7,8% dan mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan. Efisiensi dicapai lewat kebijakan penyediaan minimal tiga toko material di setiap kecamatan, sehingga harga lebih kompetitif.
Dukungan CSR dan Gotong Royong
Kabupaten Banyumas juga menjadi penerima bantuan CSR terbesar untuk program bedah rumah. Di antaranya:
– 500 unit rumah dari Yayasan Budha Tzu Chi
– 165 unit rumah dari Astra, dengan tambahan 250 unit direncanakan
– Sinergi pendanaan dari APBD, APBN, hingga sektor swasta
Budaya gotong royong masyarakat turut memperkuat kualitas hasil pembangunan.
Komitmen Bersama
Forum ini ditutup dengan deklarasi komitmen bersama antara Pemda, DPRD, desa, dan kelurahan.
“Komitmen ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud kesungguhan memastikan setiap anak Banyumas tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tegas Bupati Sadewo.
Penghargaan
Sejumlah desa, kecamatan, dan mitra pembangunan menerima penghargaan atas capaian terbaik:
– Desa dengan Penurunan Stunting Tertinggi: Desa Kalisalak (Kebasen), Desa Sokawera (Cilongok), Desa Tinggarjaya (Jatilawang)
– Kecamatan dengan Penurunan Stunting Tertinggi: Cilongok, Purwojati, Jatilawang
– Prevalensi Stunting Terendah: Kecamatan Purwojati
– Mitra Pembangunan: Tanoto Foundation









