INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

POTRET (KUNO) SUKU QURAIS

Resensi Buku

POTRET (KUNO) SUKU QURAIS
Kamis, 5 Maret 2026

Prof. Yudhie Haryono PhD
Pengasuh Pesantren Yusufiah

Judul asli: Suku Quraisy.
Penerbit: Pustaka Alvabet, Banten.
Penulis: Awathif Adib Salamah.
Tahun terbit: 9 Okt 2024.
ISBN: 9786232201880.
Jumlah halaman: 440+vi.
Bahasa: Terj. Indonesia
Ukuran buku: 23×15 cm.
Berat: 0.63 kg.
Harga: 255.000,-

Kata para alim, “separuh kejeniusan seseorang ada dalam tulisannya. Maka, menulislah agar semesta tahu wajah kejeniusan kita.” Ini sumber tenagaku untuk membaca dan menulis. Ya, ramadan kali ini, Nusantara Centre mendiskusikan banyak buku. Salah satunya buku ini: Suku Quraisy, karya Awathif Adib Salamah.

Dalam bukunya, Awathif berhipotesa bahwa suku Qurais berasal dari keturunan Fihr bin Malik (ia bagian dari suku Kinanah). Fihr bin Malik adalah anak dari Malik bin al-Nadr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan bin Ismail bin Ibrahim. Jadi sumber tertuanya itu Ibrahim (peletak dasar Ka’bah).

Etimologi “Quraisy” sendiri berasal dari kata “taqarrusy”, yang berarti “berkumpul bersama” atau “perkumpulan.” Nama ini diberikan karena Qusayy bin Kilab, keturunan keenam dari Fihr bin Malik, berhasil menyatukan klan-klan Quraisy dan mengambil alih kendali atas Ka’bah di Mekkah.

Suku ini awalnya hidup nomaden dan tersebar di antara kerabat Kinanah mereka. Namun, setelah Qusayy bin Kilab menyatukan mereka, suku ini jadi kekuatan dominan di Mekkah; menguasai perdagangan dan politik di kota tersebut.

Dalam riset Awathif, suku Quraisy dikenal sebagai pedagang handal yang menguasai jalur perdagangan internasional, terutama antara Syam dan Yaman.

Mereka dipercaya sebagai pengurus Ka’bah dan memiliki peran penting dalam ritual haji. Hal ini karena mereka punya kualitas spiritual yang dalam dan dikenal sebagai penganut agama monoteisme.

Mereka memiliki etos kerja yang kuat dan tekun dalam berpolitik karena punya kultur kepemimpinan yang kuat serta berpengaruh besar di jazirah Arabiah.

Sayangnya, suku Quraisy awalnya menolak ajaran Islam (mereka penyembah berhala) dan bahkan melakukan penindasan terhadap umat Islam. Hal ini karena mereka memiliki kekuasaan yang berlebihan sehingga sering menyalahgunakannya.

Saat bersamaan, mereka punya warisan watak konflik dan perpecahan di antara klan-klan yang berbeda. Kini warisan itu terlihat saat bangsa Iran diserang Amerika dan Israel: tak satupun negeri-negeri Arabiyah bersekutu membantu.

Dalam buku ini, Awathif juga menjelaskan bagaimana suku Quraisy menjadi kekuatan besar, berpengaruh dan disegani di jazirah Arabiah, terutama di kota Mekkah.

Secara tematik, ia menulis asal-usul suku Quraisy; peran politiknya; peran ekonominya; peran keagamaannya; dan tentu saja pengaruh mentalitas kesukuannya.

Walau ditulis berdasarkan penelitian yang serius dan teliti; menggunakan sumber-sumber sejarah dan tradisi lisan; bersumber utama Alquran, beberapa kekurangannya tetap hadir: (1)Buku ini sangat bergantung pada sumber-sumber sejarah dan tradisi lisan kuno yang memiliki keterbatasan informasi sehingga membawa cacat bibliolatrik (tekstualis);

(2)Buku ini lebih banyak menyajikan informasi sejarah tanpa melakukan analisis kritis yang mendalam; (3)Tidak ditemukan referensi modern yang digunakan, sehingga kurang up to date.

Tentu saja buku ini sangat keren karena detil dan super “ideologis” sehingga membaca kata “jahiliyah” adalah ketiadaan adab, amoral, syirik, sombong, dan bodoh dari kebenaran serta kewarasan (h. 93). Dus, kita layak membaca demi keinginan membangun kembali peradaban muslim yang hakiki.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

MEMBACA SEJARAH, MENYUSUN ANTITESA

Selanjutnya

Keluhan Muncul Saat Ramadan, FMP2M Banyumas Minta Evaluasi Menu MBG

TERBARU

Tragis, Dua Warga Prembun Ditemukan Meninggal Usai Tercebur ke Dalam Sumur

Tragis, Dua Warga Prembun Ditemukan Meninggal Usai Tercebur ke Dalam Sumur

Rabu, 29 April 2026

Penyidikan Dihentikan demi Hukum, Kejari Purwokerto Kembalikan Uang Korupsi Perumda Pasar Satria Rp181 Juta

Penyidikan Dihentikan demi Hukum, Kejari Purwokerto Kembalikan Uang Korupsi Perumda Pasar Satria Rp181 Juta

Rabu, 29 April 2026

Mahasiswa PBA UMP Raih Juara 1 Al-Insya’ Al-Arabi Tingkat Internasional

Mahasiswa PBA UMP Raih Juara 1 Al-Insya’ Al-Arabi Tingkat Internasional

Rabu, 29 April 2026

POPULER BULAN INI

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Unsoed Berbalut Kasus Kekerasan Seksual, Kampus: Korban Justru Terlapor

Rabu, 22 April 2026

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Jambret Tengah Malam di Purwokerto Barat Bikin Korban Tak Sadarkan Diri, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Selasa, 14 April 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya
Keluhan Muncul Saat Ramadan, FMP2M Banyumas Minta Evaluasi Menu MBG

Keluhan Muncul Saat Ramadan, FMP2M Banyumas Minta Evaluasi Menu MBG

Adisatrya Suryo Sulisto Salurkan Bantuan Alsintan untuk 15 Gapoktan di Banyumas

Adisatrya Suryo Sulisto Salurkan Bantuan Alsintan untuk 15 Gapoktan di Banyumas

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com