INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

DPRD Banyumas Kaji Dampak Opsen Pajak Kendaraan, Dipicu Kekhawatiran Ganggu Ekonomi Masyarakat

DPRD Banyumas Kaji Dampak Opsen Pajak Kendaraan, Dipicu Kekhawatiran Ganggu Ekonomi Masyarakat

Suasana rapat koordinasi Komisi 1, 2, dan 3 DPRD Banyumas bersama BKAD, Bapenda, Bagian Hukum, dan DPU, Senin (23/2/2026). (istimewa)

Senin, 23 Februari 2026

BANYUMAS – Komisi 1 DPRD Banyumas mulai mengkaji dampak penerapan skema opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang dinilai membebani masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak stabil. Kajian ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua DPRD Banyumas, Agus Priyanggodo.

Rapat koordinasi lintas komisi digelar dengan mengundang Komisi 2 dan Komisi 3 DPRD Banyumas, serta sejumlah instansi teknis seperti Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bagian Hukum, dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Senin (23/2/2026).

Pembahasan difokuskan pada asumsi 10 persen dari opsen pajak yang rencananya dialokasikan untuk pemeliharaan jalan.

Ketua Komisi 1 DPRD Banyumas, Didi Rudianto S.Par, MM, mengungkapkan bahwa kenaikan pajak melalui skema opsen ini terjadi akibat adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pemerintah provinsi.

“Kabupaten/kota sangat tergantung dengan kebijakan provinsi. Namun, dalam kondisi ekonomi yang tidak baik seperti sekarang, menurut saya dalam menentukan kenaikan pajak harus lebih bijak,” ujar Didi, Senin (23/2/2026).

Ia menilai momentum penerapan kenaikan ini kurang tepat karena berdekatan dengan bulan Ramadan dan Idulfitri, di mana kebutuhan masyarakat meningkat drastis.

“Menjelang Ramadan dan Lebaran, kebutuhan masyarakat naik. Adanya kenaikan opsen pajak ini dikhawatirkan mengganggu psikologi dan daya beli masyarakat,” tegas wakil rakyat dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Dalam rapat tersebut, juga dipaparkan hasil simulasi perhitungan pajak dengan skema opsen. Dari data yang dihimpun, nilai awal kewajiban pajak sebelum opsen tercatat sebesar Rp3.000.000.

Setelah penerapan opsen, komponen pajak mengalami penyesuaian sehingga total kewajiban membengkak menjadi Rp3.486.000. Angka ini terdiri dari dua komponen, yakni Rp2.100.000 dan Rp1.386.000, dengan kenaikan sebesar Rp486.000 dari nilai sebelumnya.

Namun, dalam skema setelah diberikan diskon, total kewajiban turun menjadi Rp3.311.700. Penurunan tersebut setara Rp174.300 dari nilai setelah opsen.

Secara keseluruhan, simulasi ini menunjukkan adanya selisih akhir sebesar Rp311.700 atau sekitar 10,39 persen dari nilai awal. Artinya, meski ada diskon, masyarakat tetap menanggung kenaikan hampir 10,4 persen dibanding tarif sebelum opsen.

DPRD Banyumas berencana terus mendalami dampak kebijakan ini dan mendorong agar pemerintah lebih mempertimbangkan aspek kesejahteraan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan fiskal. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Selanjutnya

Peta Kemendagri di Tangan Save Slamet, Isu Reunifikasi Kaligua Menguat

TERBARU

Menkeu Purbaya Temui GAIKINDO, Ini Strategi Percepat Mobil Listrik di RI

Menkeu Purbaya Temui GAIKINDO, Ini Strategi Percepat Mobil Listrik di RI

Sabtu, 11 April 2026

Lanal Cilacap Gandeng Pusteral Dorong Konsumsi Ikan dan Bangkitkan UMKM Pesisir

Lanal Cilacap Gandeng Pusteral Dorong Konsumsi Ikan dan Bangkitkan UMKM Pesisir

Sabtu, 11 April 2026

Perkuat Integritas, Tiga Petugas Rutan Banyumas Resmi Dikukuhkan Satops Patnal di Nusakambangan

Perkuat Integritas, Tiga Petugas Rutan Banyumas Resmi Dikukuhkan Satops Patnal di Nusakambangan

Jumat, 10 April 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya
Peta Kemendagri di Tangan Save Slamet, Isu Reunifikasi Kaligua Menguat

Peta Kemendagri di Tangan Save Slamet, Isu Reunifikasi Kaligua Menguat

Bupati Banyumas Gelar Tarawih Keliling di Tujuh Lokasi Selama Ramadan

Bupati Banyumas Gelar Tarawih Keliling di Tujuh Lokasi Selama Ramadan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com