NASIONAL– Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN-IGB) Sugriwa, Denpasar memperingati rahina suci Tumpek Uye dengan aksi pelestarian lingkungan berupa penanaman pohon dan pelepasan satwa, Kamis (5/2/2026).
Dilansir dari laman resmi Kemenag RI, Tumpek Uye merupakan hari suci umat Hindu untuk mengupacarai hewan, terutama ternak besar seperti sapi, kerbau, gajah, serta hewan peliharaan. Upacara ini ditujukan kepada Sang Hyang Rare Angon, manifestasi Dewa Siwa sebagai pelindung hewan.
Rektor UHN IGB Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana, menjelaskan bahwa Tumpek Uye dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada Sabtu Kliwon Wuku Uye. Tradisi ini menjadi wujud syukur sekaligus doa keselamatan bagi hewan peliharaan dan hasil ternak.
“Hari ini kita melepas satwa, menanam pohon langka dan tanaman upakara. Semoga bermanfaat untuk lingkungan, sejalan dengan Program Asta Cita Presiden dan Asta Protas Menteri Agama, khususnya ekoteologi. Ini juga menjadi momen penting Green Dharma menjelang rahina suci Tumpek Uye,” ujar Sudiana.
Ia menambahkan, secara filosofis Tumpek Uye tidak hanya bermakna penghormatan terhadap hewan, tetapi juga simbol pengendalian diri dari sifat liar manusia seperti kemalasan atau perilaku impulsif.
Kegiatan di Kampus Bangli ini menjadi bagian dari program Green Dharma Bhakti Pertiwi untuk Nusantara Jaya yang digagas Ditjen Bimas Hindu. Sudiana menekankan pentingnya komitmen akademisi dalam menjaga kelestarian lingkungan di tengah isu ekologi global.
Acara diikuti jajaran pimpinan kampus, mulai dari wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, kepala biro, hingga ratusan civitas akademika UHN IGB Sugriwa. (Angga Saputra)










