INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Ilustrasi bangunan Puskesmas 2 Cilongok.

Selasa, 3 Februari 2026

BANYUMAS – Polemik penentuan lokasi pembangunan Puskesmas 2 Cilongok akhirnya menemukan titik terang. Kepala Desa Sudimara Kecamatan Cilongok, Waryoko, menjelaskan duduk perkara yang sempat menimbulkan perbedaan pandangan di tingkat desa.

Menurut Waryoko, polemik bermula dari surat Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas yang menunjuk Desa Kasegeran sebagai lokasi rencana peningkatan Puskesmas 2 menjadi Puskesmas Rawat Inap. Surat tersebut mensyaratkan lahan minimal 2.500–3.000 meter persegi.

Pemkab kemudian menggelar Forum Group Discussion (FGD) bersama sembilan desa wilayah layanan Puskesmas 2, yakni Batuanten, Cipete, Kasegeran, Jatisaba, Panusupan, Pageraji, Pejogol, Langgongsari, dan Sudimara. Dari sembilan desa, lima kepala desa mengajukan lokasi, antara lain Pageraji, Sudimara, Kasegeran, Jatisaba, dan Cipete. Namun, Desa Cipete mundur karena kendala status tanah.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Tim survei independen dari Universitas Gadjah Mada (UGM) kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengukuran lahan, kontur tanah, hingga aksesibilitas. Survei di Desa Sudimara bahkan menggunakan teknologi drone. Hasil kajian menunjukkan Desa Sudimara dan Desa Kasegeran memperoleh nilai tertinggi.

“Dari hasil rapat di kabupaten, akhirnya diputuskan lokasi pembangunan Puskesmas 2 Cilongok berada di Desa Sudimara,” ujar Waryoko dalam diskusi antar elemen masyarakat, sejumlah Kades di wilayah pelayanan Puskesmas 2 serta anggota DPRD Banyumas dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Anang Kostrad Diharto, Senin (2/2/2026) malam.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Pertimbangan Penetapan

Waryoko menegaskan, penetapan Desa Sudimara didasarkan pada sejumlah faktor:

– Lokasi berada di tengah-tengah sembilan desa wilayah layanan.

– Infrastruktur jalan memadai, dengan akses beraspal selebar 9 meter.

– Lahan seluas 4.300 meter persegi, fleksibel untuk pengembangan.

– Kondisi tanah stabil dan tersedia fasilitas pendukung seperti musala.

– Harga tanah masih sesuai kemampuan anggaran kabupaten.

Kades Sudimara, Waryoko.

Selain itu, Sudimara memiliki keunggulan dari sisi sumber daya air. “Desa kami dilalui cekungan air tanah (CAT). Terbukti ada lima sumur bor yang berhasil baik, berbeda dengan Jatisaba dan Panusupan yang sempat gagal,” jelasnya.

Waryoko juga mengungkapkan, penetapan Desa Sudimara didasarkan pada sejumlah pertimbangan, antara lain letaknya yang berada di tengah-tengah sembilan desa wilayah layanan Puskesmas 2, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, serta luas lahan yang dinilai lebih fleksibel untuk pengembangan.

“Lahan di Sudimara memiliki akses jalan beraspal dengan lebar sekitar sembilan meter dan kondisi tanah yang stabil. Selain itu, di sekitar lokasi sudah tersedia fasilitas musala sehingga tidak perlu membangun dari awal,” ungkapnya.

Terkait luasan lahan, Waryoko menyebutkan bahwa lahan di Desa Sudimara memiliki luas sekitar 4.300 meter persegi dan masih memungkinkan untuk dilakukan penambahan jika dibutuhkan. Sementara lahan di Desa Kasegeran dinilai lebih terbatas dari sisi luasan.

“Dari sisi harga tanah juga masih dalam kemampuan anggaran kabupaten. Bahkan, jika diperlukan, masih bisa dilakukan musyawarah dengan pemilik lahan,” pungkasnya. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Gemilang! Perbakin Banyumas Raih 3 Emas di Kejuaraan Menembak Nasional

Selanjutnya

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

TERBARU

Nelayan Banjarnegara Belum Ditemukan, Tim SAR: Ombak Masih Menjadi Kendala

Nelayan Banjarnegara Belum Ditemukan, Tim SAR: Ombak Masih Menjadi Kendala

Selasa, 24 Maret 2026

Korban Terseret Ombak Kebumen Masih Hilang, Pola Pencarian Diubah

Korban Terseret Ombak Kebumen Masih Hilang, Pola Pencarian Diubah

Selasa, 24 Maret 2026

Kemenhub Rampcheck Ribuan Armada, 90% Lebih Laik Operasi

Kemenhub Rampcheck Ribuan Armada, 90% Lebih Laik Operasi

Selasa, 24 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya
Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com