INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Hilangnya Arsip dan Misteri Sawah Pengganti, Apa Pemicu Konflik di Desa Klapagading Kulon?

Rp438 Juta Dana Misterius Masuk Kas Desa Klapagading Kulon, Konflik Perangkat-Kades Memanas

ilustrasi AI.

Minggu, 1 Februari 2026

BANYUMAS– Kepala Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Karsono, mengungkapkan awal mula ketegangannya dengan sejumlah perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Konflik ini menyangkut dua hal krusial: kejelasan aset tanah kas desa dan hilangnya dokumen arsip vital.

“Saya menduga ada yang tidak ingin persoalan masa lalu terbuka,” kata Karsono kepada media.

Misteri Sawah Pengganti untuk SMA Negeri

Konflik berawal saat pengelolaan SMA Negeri Wangon beralih dari kabupaten ke provinsi. Karsono kemudian menelusuri status tanah kas desa yang dulu dipakai untuk sekolah tersebut melalui mekanisme tukar guling.

“Saya menanyakan kejelasan sawah penggantinya. Hanya ada berita acara pembelian sawah atas nama Waluyo Slamet. Tapi setelah saya tanyakan langsung, ia mengaku tidak pernah memiliki apalagi menjual sawah ke desa,” jelasnya.

Arsip Desa Hilang, Pelacakan Mandek

Upaya pelacakan itu, menurut Karsono, terhambat oleh tidak lengkapnya dokumen penting desa. Dua masalah utama yang ia sebutkan:

1. Buku Leter C (data kepemilikan tanah) dikuasai salah satu perangkat sejak lama dan tak pernah ia pegang.

2. Seluruh arsip desa periode 1999-2013 hilang dan tidak ditemukan.

“Arsip desa dari tahun 1999 sampai 2013 tidak ada. Ini yang membuat saya sangat kesulitan melacak aset desa,” tegasnya.

Klarifikasi Pihak Lain Belum Diperoleh

Sementara itu, Ketua BPD berinisial KY dan perangkat desa berinisial JR yang disebut dalam pernyataan Karsono, belum dapat dikonfirmasi. Upaya PR Jateng untuk mendapatkan penjelasan berimbang masih terus dilakukan hingga berita ini diturunkan.

Ada Persoalan Lama yang Ikut Memanaskan Suasana

Karsono juga menyebutkan persoalan lain yang ikut memicu ketegangan, yaitu dugaan penyimpangan penyaluran beras untuk warga kurang mampu pada 2013. Kasus ini disebut pernah ditangani Inspektorat namun belum tuntas.

Situasi ini telah menarik perhatian warga karena menyangkut transparansi aset dan administrasi desa. Sejumlah tokoh masyarakat berharap ada klarifikasi dokumen dan penelusuran resmi oleh pihak berwenang agar konflik ini segera menemui titik terang. (Angga Saputra)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Langkah Dansa Digelorakan, ILDI Banyumas Rapatkan Barisan untuk Ekspansi 2026

Selanjutnya

Hari Jadi ke-455 Banyumas: Tradisi, Kirab Pusaka, hingga Lomba Jurnalistik

Selanjutnya
Hari Jadi ke-455 Banyumas: Tradisi, Kirab Pusaka, hingga Lomba Jurnalistik

Hari Jadi ke-455 Banyumas: Tradisi, Kirab Pusaka, hingga Lomba Jurnalistik

Daun Kratom Jadi Perbincangan, Antara Manfaat dan Kontroversi

Daun Kratom Jadi Perbincangan, Antara Manfaat dan Kontroversi

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com