INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Atasi Krisis Penderes Tua, Banyumas Galakkan Budidaya Kelapa Genjah yang Lebih Aman dan Modern

Atasi Krisis Penderes Tua, Banyumas Galakkan Budidaya Kelapa Genjah yang Lebih Aman dan Modern

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Jumat, 30 Januari 2026

BANYUMAS– Pemerintah Kabupaten Banyumas secara resmi meluncurkan proyek strategis pemberdayaan petani melalui budidaya kelapa genjah. Program yang akan menjangkau sekitar 6.000 rumah tangga petani ini difokuskan untuk menguatkan pertanian rakyat yang berkelanjutan.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pertanian RI, Pemerintah Kabupaten Banyumas, PT IMC, dan lembaga kerja sama internasional Jerman, GIZ (Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit).

“Proyek ini bertujuan memberdayakan rumah tangga petani, termasuk perempuan dan petani muda, melalui budidaya kelapa genjah berkelanjutan. Langkah ini meliputi peningkatan kapasitas, penguatan rantai nilai, dan perluasan akses pasar,” jelas Bupati Banyumas, Sadewo, dalam acara kick-off proyek, Jumat (30/1/26).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Potensi Besar dan Tantangan

Bupati menekankan potensi luar biasa Banyumas dalam industri gula kelapa. Saat ini, 90% kebutuhan dunia akan gula kelapa dipasok oleh Indonesia, dan 80% di antaranya berasal dari Banyumas Raya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Ini peluang yang luar biasa. Saya akan konsentrasi agar Banyumas menjadi pusat eksportir gula kelapa dan dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat pedesaan,” tegas Sadewo.

Namun, di balik potensi tersebut, Banyumas menghadapi tantangan serius, mulai dari tingginya risiko kecelakaan kerja bagi penderes (penyadap nira) hingga menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.

Transformasi Menuju Pertanian Modern dan Aman

Kehadiran proyek ini dinilai sangat relevan untuk menjawab tantangan tersebut melalui program pelatihan, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan kemitraan dengan akademisi dan pelaku usaha.

“Saya melihat bahwa proyek ini bukan sekadar kegiatan teknis pertanian, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi bagi masyarakat Banyumas,” ungkap Sadewo.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Managing Director PT IMC, Mario Ngensowidjaja. Ia mengungkapkan kondisi memprihatinkan di lapangan, dengan banyaknya penderes berusia lanjut dan risiko kecelakaan yang tinggi.

“Kami pernah melakukan survei pada 2012, rata-rata umur penderes saat itu 45–55 tahun. Berarti sekarang mereka sudah 60 tahun ke atas. Apakah 10 tahun ke depan mereka masih bisa memanjat pohon? Tentu tidak,” ujar Mario.

Acara kick-off proyek, Jumat (30/1/26) yang dihadiri perwakilan Kementan, perusahaan swasta dan lembaga kerjasama internasional Jerman.

Dukungan Komprehensif hingga 2028

Proyek yang berjalan dari 2025 hingga 2028 ini akan memberikan dukungan komprehensif, mencakup:

· Manajemen proyek.
· Identifikasi dan distribusi bibit kelapa     genjah unggul sesuai kondisi lokal.
· Pelatihan teknis budidaya dan   keselamatan kerja.
· Fasilitasi sertifikasi organik untuk   membuka akses pasar global,   khususnya Jerman/Eropa.
· Program kemitraan dengan universitas lokal.

Dengan inisiatif ini, diharapkan terjadi transformasi sektor pertanian kelapa di Banyumas menjadi lebih produktif, aman, bernilai tambah tinggi, dan menarik bagi generasi muda. (Tim Redaksi)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Dari Balik Jeruji, Tiga Pelajar Aktivis Sampaikan Pesan Perjuangan

Selanjutnya

Dartono, Penambang Pasir Cilacap Hilang di Muara Winong

TERBARU

Angin Puting Beliung Mengamuk di Kotayasa Banyumas, Ratusan Rumah Rusak

Dipengaruhi El Nino, BPBD Banyumas: Musim Kemarau Tahun Ini Berbeda

Sabtu, 28 Maret 2026

Cita-Cita Leluhur Terwujud: Mantan Bupati Gelar Wayang Banyumasan

Cita-Cita Leluhur Terwujud: Mantan Bupati Gelar Wayang Banyumasan

Sabtu, 28 Maret 2026

NII Crisis Center Bentuk Tim Mediasi untuk Selesaikan Penolakan Gereja di Bandar Lampung

NII Crisis Center Bentuk Tim Mediasi untuk Selesaikan Penolakan Gereja di Bandar Lampung

Sabtu, 28 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya
Dartono, Penambang Pasir Cilacap Hilang di Muara Winong

Dartono, Penambang Pasir Cilacap Hilang di Muara Winong

Pegiat dan Pengelola Wisata Baturraden Kampanyekan “Baturraden Aman”

Pegiat dan Pengelola Wisata Baturraden Kampanyekan "Baturraden Aman"

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com