JAKARTA – Kunjungan kerja DPRD Banyumas ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membuka peluang besar bagi daerah untuk mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) guna pembangunan kawasan industri. Wakil Ketua DPRD Banyumas, M. Eric Erlangga, menyebut program ini bisa menjadi solusi atas keterbatasan APBD dalam membiayai infrastruktur.
“Anggarannya cukup besar dari Kemenperin dan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Banyumas,” ujar Eric.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan komitmennya untuk segera berkoordinasi dengan Bupati Banyumas dan dinas terkait agar proposal pengajuan bisa segera disusun.
“Setelah pertemuan tadi, saya langsung ingin bertemu dengan Pak Bupati. Kita submit program tersebut dan insyaallah kita kawal bersama agar bisa turun ke Banyumas,” tegasnya.
Eric bahkan menyebut akan “nyengget” atau agresif melobi Kemenperin agar Banyumas mendapat prioritas. Ia menambahkan, salah satu syarat utama dari kementerian adalah penyediaan lahan oleh pemerintah daerah.
Ketua Fraksi Demokrat–PAN–NasDem, Iwan Supriyanto SH MH menilai pertemuan dengan Kemenperin membuka ruang baru bagi Banyumas untuk memperoleh dukungan anggaran.
“Ada peluang besar bagi Banyumas. Penjelasan dari kementerian juga sangat jelas,” katanya.
Iwan juga mengajak media berperan aktif menyampaikan informasi berimbang kepada masyarakat. “Kalau ada hal baik yang sedang berjalan, langsung saja diangkat,” ujarnya.
Anggota Komisi 3 DPRD Banyumas, Ito Anjarini SSos, menekankan pentingnya percepatan pembangunan kawasan industri mengingat posisi Banyumas sebagai daerah lintasan strategis antara Cirebon–Purwokerto–Semarang.
“PAD kita pasti meningkat dari sewa lahan. Industri yang tumbuh juga akan menyerap tenaga kerja, mendorong ekonomi lokal, apalagi kondisi pasca pandemi yang belum pulih sepenuhnya,” jelasnya.
Ito menyoroti kondisi pedagang kecil yang tertekan oleh kehadiran toko modern. “Banyak meja kosong di pasar karena pedagang gulung tikar. Karena itu, kita perlu kawasan industri untuk membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.
Ia berharap seluruh pihak di Banyumas bersinergi mengawal proses pengajuan program kawasan industri ke pemerintah pusat. (Angga Saputra)


