INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Membaca Ulang Pemikiran Jenius Pak Nas

Membaca Ulang Pemikiran Jenius Pak Nas

Abdul Harris Nasution/Wikipedia

Selasa, 18 Februari 2025

NASIONAL – Aula Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) menjadi saksi diskusi intelektual bertajuk “Kelas Jenius Pemikiran Jenderal Besar AH Nasution tentang Kepemimpinan Indonesia dan National Security Council” pada Sabtu, 15 Februari 2025 kemarin.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Nusantara Centre (YMNK – Yayasan Membangun Nusantara Kita) bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta serta mendapat dukungan dari Yayasan Rabu Biru Indonesia.

Seminar yang dipandu oleh Prof. Yudhie Haryono dan M. Hatta Taliwang ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten. Di antaranya, Prof. Dr. Laode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng. (Rektor UICI); Marsma TNI Dr. B.D.O. Siagian, S.E., M.Si.(Han) (WANTANNAS); Dr. Mulyadi Opu Andi Tadampali, S.Sos., M.Si. (akademisi UI); serta Mayjen TNI Assc. Prof. Dr. Budi Pramono, S.IP., M.M., M.A., GSC., CIQaR., CIQnR., MOS., MCE., CIMMR. (staf ahli KSAD). Mayor Jenderal TNI (Purn.) Kivlan Zen, S.I.P., M.Si., juga hadir untuk berbagi pengalaman pribadinya tentang sosok AH Nasution.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Pak Nas: Guru, Bukan Politisi

Sebagai tokoh yang turut mengawal lahirnya Republik Indonesia, Jenderal Besar AH Nasution bukan hanya seorang prajurit, tetapi juga pemikir strategis. Prof. Laode Masihu Kamaluddin menegaskan bahwa Nasution adalah negarawan sejati, bukan politisi.

“Ideologi Pak Nas adalah pendidikan. Beliau berlatar belakang sebagai guru, mirip dengan Jenderal Soedirman,” ujar Prof. Laode.

Nasution memandang kepemimpinan bukan sekadar kekuasaan, melainkan penguatan sumber daya manusia sebagai pilar utama pertahanan negara. Pemikirannya tentang kepemimpinan dan keamanan nasional tetap relevan, terutama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

Urgensi Dewan Keamanan Nasional

Marsma Oktav Siagian menyoroti pentingnya National Security Council (NSC) bagi Indonesia, mengingat luasnya wilayah negara ini yang setara dengan 33 negara di Eropa.

“Bahkan negara kecil seperti Brunei Darussalam dan Timor Leste sudah memiliki NSC. Mengapa kita belum?” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan NSC akan membantu Indonesia dalam merancang strategi keamanan yang lebih terstruktur, khususnya dalam menghadapi tantangan geopolitik global dan ancaman domestik.

Siagian juga memaparkan konsep keamanan nasional ala Pak Nas, yang tidak hanya berfokus pada pertahanan militer, tetapi juga stabilitas politik dan sosial-ekonomi. Ia menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab semua elemen bangsa agar Indonesia mampu menghadapi ancaman dari luar. Pemikiran ini tetap relevan dan layak untuk diimplementasikan.

Kisah Kivlan Zen tentang AH Nasution

Mayor Jenderal (Purn.) Kivlan Zen berbagi pengalamannya berinteraksi dengan Pak Nas. Menurutnya, Nasution adalah prajurit yang teguh memegang Sapta Marga.

“Pak Nas tidak tertarik pada politik atau kekuasaan. Fokusnya adalah menjaga stabilitas negara dan mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa,” ujar Kivlan.

Ia menambahkan, integritas dan kesederhanaan merupakan prinsip yang selalu dijunjung Nasution. Hal ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati harus berlandaskan pada pengabdian kepada negara, bukan kepentingan pribadi.

Dwifungsi ABRI dan Tantangan Hari Ini

Dr. Mulyadi Opu Andi Tadampali membahas konsep Dwifungsi ABRI, yang digagas Nasution dan kemudian diterapkan pada era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto.

“Dwifungsi ABRI yang dijalankan Pak Harto pada era Orde Baru sebenarnya berasal dari pemikiran jenius Pak Nas. Namun, konsep ini sering disalahpahami sebagai Kekaryaan ABRI,” jelasnya.

Ia juga menarik benang merah antara kondisi politik, hukum, dan ekonomi Indonesia saat ini dengan masa ketika Nasution masih aktif. “Jika Pak Nas masih hidup, mungkin beliau akan melakukan tindakan serupa dengan tahun 1952, ketika menentang campur tangan sipil dalam urusan militer,” tambahnya.

Pada tahun 1952, sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Nasution memimpin demonstrasi di depan Istana Merdeka. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap campur tangan sipil dalam militer, bahkan moncong meriam sempat diarahkan ke Istana oleh Kemal Idris, salah satu panglima daerah di bawah komando Nasution.

Pengabdian Seorang Prajurit

Seminar ditutup dengan pemaparan Mayjen TNI Budi Pramono, yang menyoroti karakter optimis dan dedikasi tinggi Nasution terhadap negara. Ia mengutip salah satu pernyataan Pak Nas yang mencerminkan prinsip hidupnya sebagai seorang prajurit:

“Tingkat pengabdian serdadu adalah pada kebenaran yang bersumber dari Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Seminar ini bukan sekadar diskusi, tetapi juga momen bagi generasi muda untuk memahami pemikiran seorang tokoh besar dalam sejarah Indonesia. Dengan menggali kembali gagasan AH Nasution, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin baru yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas serta keteguhan dalam menjaga kedaulatan bangsa.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pemikiran mengenai kepemimpinan, keamanan nasional, dan integritas menjadi sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Kita berharap Nusantara Centre dan para mitra terus menginspirasi generasi muda melalui “Kelas Jenius” seperti ini. Semoga.(*).

Riskal Arief
Peneliti Nusantara Centre

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Gelapkan Ratusan Juta Uang Perusahaan di Purwokerto, Seorang Sales Ditangkap di Magelang

Selanjutnya

Pj Iwanuddin Pamit dari Banyumas, Suasana Penuh Haru

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Pinjam Bendera Berujung Bencana: Bos PT Mahagra Tanggung Utang Pajak Proyek Orang Lain

Pengusaha Banyumas Minta Perlindungan Surya Paloh

Sabtu, 7 Maret 2026

Siswa Pulang Duluan, Mobil MBG Baru Datang di SMPN 2 Sokaraja, Video Keributan Viral

Siswa Pulang Duluan, Mobil MBG Baru Datang di SMPN 2 Sokaraja, Video Keributan Viral

Jumat, 6 Maret 2026

PMI Banyumas Bantu Korban Puting Beliung dan Dua Penderes yang Jatuh di Cilongok

PMI Banyumas Bantu Korban Puting Beliung dan Dua Penderes yang Jatuh di Cilongok

Jumat, 6 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya
Pj Iwanuddin Pamit dari Banyumas, Suasana Penuh Haru

Pj Iwanuddin Pamit dari Banyumas, Suasana Penuh Haru

Dukung Swasembada Energi dan Pangan, Wamendes Ariza Patria Luncurkan Ekosistem Industri Biomassa di Lumbir

Dukung Swasembada Energi dan Pangan, Wamendes Ariza Patria Luncurkan Ekosistem Industri Biomassa di Lumbir

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com