INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Megawati Soekarnoputri Tegaskan Kembali Makna Penting Bendera Pusaka

Megawati Soekarnoputri Tegaskan Kembali Makna Penting Bendera Pusaka

Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri menyerahkan duplikat bendera pusaka kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Balai Samudera, Jakarta, Senin (5/8/2024). DOK BPIP

Rabu, 7 Agustus 2024

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali makna penting bendera pusaka dalam gelaran Penyerahan Duplikat Bendera Pusaka kepada Gubernur Seluruh Indonesia, di Balai Samudera, Jakarta, Senin (5/8/2024).

Dalam pidatonya, Megawati menekankan bahwa pemahaman akan nilai sejarah dan semangat yang terkandung dalam bendera pusaka harus terus disebarluaskan kepada generasi muda.

Presiden Ke-5 Republik Indonesia tersebut juga mengurai sejarah perjuangan bendera pusaka yang dimulai ketika Fatmawati Soekarno, ibunda Megawati, menjahitnya pada Oktober 1944. Kala itu, Fatmawati tengah mengandung anak pertamanya, Guntur Soekarnoputra. Bendera Merah Putih yang dijahit dengan penuh ketelitian ini kemudian dikibarkan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta, saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Setelah proklamasi, Jakarta mengalami situasi darurat yang memaksa Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta pindah ke Yogyakarta pada 3 Januari 1946, membawa serta bendera pusaka.

“Kalau tidak ada proklamasi, tidak ada bendera, kita tidak akan diakui sebagai suatu bangsa. Itu yang harus disebarluaskan,” tegas Megawati.

Salah satu gubernur yang hadir menerima duplikat bendera pusaka dalam acara tersebut adalah Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Selain duplikat bendera pusaka, Sri Sultan menerima salinan teks proklamasi dari Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno dan naskah pidato 1 Juni 1945 dari Sekretaris Dewan Pengarah BPIP Wisnu Bawa Tenaya.

Refleksi sejarah bangsa

Pertemuan antara Megawati dan Sri Sultan merefleksikan sejarah panjang bangsa Indonesia yang turut dibangun oleh dua keluarga pahlawan. Soekarno, sebagai proklamator kemerdekaan; dan Fatmawati, penjahit bendera Merah Putih pertama, merupakan simbol perjuangan dan pengorbanan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Di sisi lain, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, ayah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X, memiliki peran penting dalam tegaknya negara kesatuan RI. Ia memberikan saran untuk memindahkan ibu kota ke Yogyakarta dan menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta yang pertama setelah Indonesia merdeka.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX juga mengemban berbagai jabatan penting dalam pemerintahan, mulai dari menteri negara hingga wakil presiden. Kontribusi besarnya dalam pembangunan dan pembentukan kebijakan negara sangat berarti bagi Indonesia. Kedua keluarga pahlawan ini menunjukkan bahwa pengorbanan dan dedikasi adalah kunci dalam membangun dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dalam acara ini, Megawati juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam bendera pusaka. Bendera ini tidak sekadar selembar kain, tetapi juga simbol dari keberanian, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Besok, Ada Festival Kambing di Lapangan Desa Lumbir

Selanjutnya

Muncul Forum DPAC PKB Dukung Sadewo -Lintarti, Akhmad Darisun : Itu Sikap Bagus

TERBARU

Tiga Kali Juara Beruntun! Bhayangkara Grobogan Taklukkan Vita Solo di Final Kejurprov Voli U-18 Putri Jateng 2026

Tiga Kali Juara Beruntun! Bhayangkara Grobogan Taklukkan Vita Solo di Final Kejurprov Voli U-18 Putri Jateng 2026

Minggu, 12 April 2026

Patriot Purworejo Juara Kejurprov Voli U-18 Jateng 2026 Usai Tumbangkan Atlas Semarang di Final Sengit

Patriot Purworejo Juara Kejurprov Voli U-18 Jateng 2026 Usai Tumbangkan Atlas Semarang di Final Sengit

Minggu, 12 April 2026

Kecelakaan di Jembatan Pelus Banyumas, Dua Pemotor Jatuh ke Sungai, Satu Masih Hilang

Kecelakaan di Jembatan Pelus Banyumas, Dua Pemotor Jatuh ke Sungai, Satu Masih Hilang

Minggu, 12 April 2026

POPULER BULAN INI

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Profil Ammy Amalia: Dari Anggota DPR, Notaris, Kini Jadi Plt Bupati Cilacap

Senin, 16 Maret 2026

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Banyumasan Guyub Fest 2026 Siap Obati Rindu Perantau di Ibu Kota

Sabtu, 4 April 2026

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Peredaran Uang Palsu Hebohkan Pasar Cilongok, 4 Pedagang Jadi Korban

Sabtu, 4 April 2026

Selanjutnya
27 DPAC PKB se-Banyumas Dorong DPP PKB Tetapkan Sadewo-Lintarti Sebagai Paslon Bupati dan wabup

Muncul Forum DPAC PKB Dukung Sadewo -Lintarti, Akhmad Darisun : Itu Sikap Bagus

Bakal Calon dalam Pilkada Banyumas Tengah 'Sibuk' Lobi Kantongi Tiket Rekomendasi

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com