INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Rencana PPN Naik 12 persen, Tekan Daya Beli Masyarakat

Kamis, 14 Maret 2024

Ekonom menyebut rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PNN) akan semakin membuat masyarakat menengah menjadi tertekan. Alasannya, saat ini masyarakat sedang menghadapi kenaikan harga pangan.

Ekonom dan juga Direktur Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa kenaikan harga PPN 12 persen yang direncanakan akan diberlakukan pada 2025 akan membuat masyarakat kelompok menengah semakin tertekan.

“Berkaitan dengan penyesuaian tarif PPN 12 persen ini adalah kebijakan yang kontradiktif, karena masyarakat sekarang sedang menghadapi kenaikan harga pangan terutama beras, kemudian juga suku bunga masih tinggi, kesempatan kerja masih sangat susah. Kalau ditambah adanya penyesuaian tarif 12 persen PPN, maka implikasinya tentu akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, karena kelompok menengah yang membayar PPN ini semakin tertekan.” Kata Bhima Yudhistira kepada KBR, Rabu (13/3/2024).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Bhima mengatakan kenaikan tarif PPN tidak hanya 2 persen karena sebelumnya di tahun 2021 tarifnya sudah 10 persen lalu naik jadi 11 persen dan nanti 2025 akan naik kembali menjadi 12 persen. Dia menyebutkan bahwa dalam 4 tahun terakhir kenaikannya adalah 20 persen.

Ekonom dan juga Direktur Center of Economi and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kenaikan tarif PPN ini akan berdampak pada banyak sektor seperti barang elektronik, otomotif, suku cadang kendaraan bermotor, kosmetik, serta pakaian jadi. Bhima juga mengatakan jika masyarakat tidak siap dengan adanya kenaikan harga barang, maka yang terjadi adalah pelaku usaha akan melakukan penyesuaian produksi yang mana artinya akan ada ancaman terhadap PHK di berbagai sektor.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Bhima mengatakan sebaiknya pemerintah jika mau menaikan rasio pajak jangan dengan mengejar kenaikan tariff PPN meskipun sudah diatur dalam Undang-Undang harmonisasi peraturan perpajakan tetapi masih bisa ditunda.

Pemerintah seharusnya melakukan penerapan pajak karbon, lalu ada kebijakan pajak kekayaan yang menyasar aset orang-orang super kaya, lalu kebjakan keuntungan dari harga komoditas yang tidak wajar. Dia mengatakan hal tersebut adalah pajak-pajak yang bisa diperluas dan pajak-pajak yang bisa menyasar objek pajak baru, bukan dengan menaikan tarif PNN yang menyasar wajib pajak yang sudah ada dan akan berakibat menekan masyarakat.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Pemerintah Resmi Terbitkan SKB Pembatasan Angkutan selama Lebaran 2024

Selanjutnya

KEHILANGAN INDONESIA BERDAULAT

TERBARU

Bupati Sadewo Lepas 21 Bus Balik Rantau Gratis di Terminal Bulupitu, 1.040 Warga Banyumas Berangkat ke Jakarta-Bandung

Bupati Sadewo Lepas 21 Bus Balik Rantau Gratis di Terminal Bulupitu, 1.040 Warga Banyumas Berangkat ke Jakarta-Bandung

Sabtu, 28 Maret 2026

Bencana Banyumas 28 Maret 2026: Dua Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem, Ini Call Center BPBD

Bencana Banyumas 28 Maret 2026: Dua Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem, Ini Call Center BPBD

Sabtu, 28 Maret 2026

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 28-29 Maret, Masyarakat Diminta Hindari Waktu Padat

Jadwal Puncak Arus Balik Lebaran 2026: 28-29 Maret, Masyarakat Diminta Hindari Waktu Padat

Sabtu, 28 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

KEHILANGAN INDONESIA BERDAULAT

Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Pengaruh Masa Tanam Padi yang Mundur

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com