INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

MENGHIDUPKAN JALUR REMPAH NUSANTARA

#resensi buku

Senin, 29 Januari 2024

Judul Buku: Barus Negeri Kamper
Penulis: Daniel Perret dan Heddy Surachman.
Penerbit: KPG Jakarta.
Jumlah Halaman: 702.
Terbit: Nov/2015.
Harga: Rp. 299.000,-

Oleh :
Prof Yudhie Haryono PhD
Presidium Forum Negarawan

Ini resensi terakhir soal buku pustaka jalur rempah. Putus asa karena tak ada yang baca dan kecapaian terhadap buku-buku yang terpustakakan menjadi alasan lainnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Sunyi. Ide ini tak bergayung sambut dengan gempita. Padahal isu ini kuangkat sebagai cara subversif terhadap isu jalur sutra dan jalur orientalisme. Tapi, ya sudahlah. Tak usah diperpanjang tangisannya.

Dalam hal rempah, sejak dulu popularitas Barus, yang terletak di pantai barat Sumatra Utara, berkaitan dengan perdagangan kamper dari daerah pedalaman serta dengan penyair mistis Hamzah Fansuri. Buku ini menyidik sampai mana hal-hal tersebut diketahui.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Dua jilid awal (1998, 2003) seri ini telah memberi tumpuan kepada sejarah Barus di antara abad ke-9 dan abad ke-11. Dan, buku ini menyampaikan sumbangan terbaru mengenai sejarah Barus antara abad ke-12 dan pertengahan abad ke-17.

Publikasi ini memuatkan 16 enam belas studi hasil penelitian yang ditulis berdasarka data-data arkeologi dan epigrafi, serta berbagai jenis sumber tertulis, baik lokal maupun asing.

12 studi hasil penelitian di antaranya berkaitan dengan program peneliti an arkeologi yang dijalankan di antara tahun 2001 dan 2005 oleh École française d’Extrême-Orient (EFEO) bersama dengan Pusat Peneliti an dan Pengembangan Arkeologi Nasional Indonesia.

Jauh sebelum kedatangan VOC dan kolonialis lainnya, Barus sudah menjadi bahan perbincangan banyak orang dari berbagai tempat. Catatan para pengelana asing, inskripsi, prasasti, kronik-kronik lokal, dan bukti-bukti tertulis lain acapkali menyebut namanya. Selain sebagai titik penting dalam perniagaan kuno di Samudera Hindia (pelabuhan transit), Barus sudah ramai dikunjungi para pedagang dari berbagai negeri sejak sebelum abad ke-6. Mereka datang untuk mendapatkan komoditas utama Barus, yakni kamper, kemenyan, emas, kayu gaharu, dan sutra.

Orang-orang Asia Selatan, terutama India dan Tamil, merupakan perintis perniagaan asing di Barus di samping orang Melayu, Aceh, dan Jawa. Bangsa Arab, Parsi, dan Tiongkok menyusul tak lama berselang.

Buku ini memperkenalkan hasil-hasil utama survei dan penggalian, sebuah esai tentang perkembangan ruang situs permukiman di daerah Barus, serta sebuah katalog temuan yang lengkap. Buku ini juga dilengkapi dua studi yang dijalankan di laboratorium atas sekitar 200 temuan, sebuah esai tentang sejarah seni makam Islam di Barus di antara pertengahan abad ke-14 dan pertengahan abad ke-20 yang dilengkapi dengan kajian epigrafi inskripsi berbahasa Arab yang belum dikenal sebelumnya.

Publikasi ini juga memuatkan edisi pertama sebuah teks setempat berkaitan dengan sejarah Barus, serta sebuah studi epigrafi mengenai sebuah prasasti Tamil dari abad ke-13, yang berasal dari wilayah Aceh juga dibahas dalam buku ini.

Akhirnya semua data ini dimanfaatkan untuk menulis sebuah sintesis tentang beberapa asek sejarah Barus, terutamanya identifikasi dan perkembangan permukiman di daerah Barus, struktur umum pemukiman utama, berbagai aspek budaya kebendaan dan kehidupan sosial, inti dan perkembangan perdagangan jarak jauh, serta hubungan bukan komersial yang dijalin Barus dengan dunia luar, dari Timur Dekat ke Tiongkok.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Mahfud Luruskan Anggapan Bahwa Politik itu Kotor

Selanjutnya

Cucu Pendiri NU Dukung Ganjar-Mahfud: Banyak yang Terintimidasi, Harus Kita Lawan

TERBARU

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Prosesi Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 Digelar Minggu, Ini Rutenya

Jumat, 13 Februari 2026

Polresta Banyumas Tahan Eks Pimpinan Lembaga Keagamaan dan Dosen dalam Kasus Dugaan Pencabulan

Polresta Banyumas Tahan Eks Pimpinan Lembaga Keagamaan dan Dosen dalam Kasus Dugaan Pencabulan

Jumat, 13 Februari 2026

Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Kemranjen, Bus Diduga Selip

Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Kemranjen, Bus Diduga Selip

Jumat, 13 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Cucu Pendiri NU Dukung Ganjar-Mahfud: Banyak yang Terintimidasi, Harus Kita Lawan

KPK Segera Panggil Bupati Sidoarjo Terkait OTT 10 ASN

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com