INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

MASON BISNIS DEGIL DI REPUBLIK

Kamis, 4 Januari 2024

Prof Yudhie Haryono PhD
Presidium Forum Negarawan

Collateral itu bukan isu. Itu riil. Konfirmasi di Bank Sentral bisa dilihat. Entah mengapa mereka merilis data terbatas bahwa nilai SBN yang tidak dimanfaatkan terakumulasi menjadi 9.313T/2023. Dan, angka itu terus naik. Entah apa ujungnya. Yang jelas, kita mengalami krisis uang kartal kini.

Angka-angka itu dulu dipakai untuk menggaransi projek-projek besar. Lewat aliansi mason kapital dan pengusaha yang direstui penguasa tentunya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Lahirlah 100 hotel terbaik, 100 mall terbesar, 100 media terkeren, 100 tower terlengkap, 100 tambang terkaya, puluhan KEK (kawasan ekonomi khusus), puluhan lahan pertanian dan perkebunan, puluhan bank dan ribuan rekening gendut. Yang sayangnya tak satupun milik pribumi.

Soal narasi koalisi mason kapital dan pengusaha, intelektual dan birokrasi memang riil. Dalam isu obor dan China, let see trilogi karya Joe Studwell yang dahsyat.

Jika teman-teman ingin tahu sepakterjang konglomerasi cina di dunia, karya ini kurekomendasikan. Berpengalaman sebagai reporter selama belasan tahun di kawasan Asia, Joe Studwell melukiskan secara detail potret diri dan lakon bisnis para godfather china: keberanian, kekejaman, kedermawanan, kelihaian, keculasan, kehidupan seksual, pergulatan membangun kongsi-korupsi-oligarki, serta komitmen dan pengkhianatan terhadap politisi, preman, juga triad dan sindikat.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Tiga buku karya riset Joe Studwell sangat eksploratif menjelaskan: ontologi, epistemologi dan aksiologi konglomerasi aseng di sekitar kita. Menarik untuk dibaca dan dicari sisi positifnya walau lebih banyak negatifnya.

Mungkin karena mereka punya pepatah, “hidup menutup (menipu) langit menyeberangi lautan.” Atau karena tak ada lagi yang haram di kolong langit ini sehingga mereka tidak tak terhentikan.

Ketiga karya yang dahsyat itu adalah: 1)The China Dream (2002, about the 1990s foreign investment gold rush in China); 2)Asian Godfathers (2007, about developmental failure in south-east Asia); 3)How Asia Works (2013, an explication of economic development across the east Asian region).

Dari riset strategis itu, anak bangsa kita kini potretnya ngeri dan nestapa. Mason lokal pribumi tak peduli. Puluhan juta anak bangsa pribumi Indonesia hari terseok-seok mencari nafkah di jalanan. Tak ada masa depan, apalagi perlindungan.

Sekitar 7 juta orang berprofesi sebagai ojol (ojek motor online). Sekitar 2 juta orang berprofesi sebagai supir taksi online. Sekitar 9 juta orang menjadi supir truk angkutan barang. Yang jadi supir angkot, jauh lebih besar. Tetapi, tetap paria.

Kendaraan yang mereka pakai, semuanya import. Jutaan anak bangsa pribumi, berkerja sebagai penjaga toko, kasier, satpam, tukang sapu/pel di mal-mal megah di seluruh penjuru tanah air. Mal-mal angkuh itu juga bukan milik bangsa mereka. Hampir semuanya milik Ko Aseng. Begitu juga media dan tower-tower di jalan-jalan utama.

Jutaan anak bangsa kita berkerja di perkebunan sawit, karet yang membentang berjuta-juta hektar di kepulauan Indonesia. Tapi perkebunan angkuh tersebut, bukan milik bapak, kakek dan buyut mereka, tapi milik Taipan.

Berjuta-juta anak bangsa kita bekerja di pertambangan batubara, nikel, emas dan sebagainya. Tapi itu juga bukan punya mereka. Segelintir anak bangsa kita, masih bekerja tinggal sawah dan ladang warisan leluhur mereka di pedesaan.

Itu pun semakin hari semakin menyempit karena “dibebaskan” oleh pengembang real estate, property, objek wisata yang lagi-lagi bukan milik keluarga atau kerabat mereka. Bahasanya manisnya: dibebaskan. Tapi maknanya dijarah! Begitu juga sumber-sumber mata air bening di pegunungan, juga sudah “dibebaskan”.

Hutan adat, hutan lindung, hutan-hutan yang dikeramatkan anak bangsa kita sejak dahulu kala, juga sudah dibebaskan. Yah. Dibebaskan untuk dijarah bangsa asing dan aseng!!

Negeri ini habis sudah dijarah bangsa aseng dan asing di jaman generasi kita. Generasi yang menumpas PKI, katanya. Generasi pelopor Reformasi, katanya. Tapi lihatlah, semuanya berujung petaka untuk anak-anak bangsa kita.

Tinggal satu kesempatan terakhir menyelamatkan anak bangsa kita, sebelum mereka semua menjadi budak dan robot tanpa asa.

Satu kesempatan terakhir sebelum kita semua pulang ke akherat. REVOLUSI NALAR. REVOLUSI MENTAL. REVOLUSI PANCASILA. Kini. Segera.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

NEGERIMU NEGERI TIPSANI

Selanjutnya

Lubab Habiburrohman Raih Juara 1 Lomba Video Bimbingan Penyuluh HAB ke 78 Kantor Kemenag Banyumas

TERBARU

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Rektor Bukan Cuma Urusan Internal Kampus, Masyarakat Punya Hak Suara

Selasa, 3 Februari 2026

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Launching RDF dan Recycling Center, Bupati Banyumas Targetkan 10 Unit

Selasa, 3 Februari 2026

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Ketua DPRD Banyumas Tekankan Komunikasi Eksekutif-Legislatif, Siap Dorong Dewan Lebih Aspiratif

Selasa, 3 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Lubab Habiburrohman Raih Juara 1 Lomba Video Bimbingan Penyuluh HAB ke 78 Kantor Kemenag Banyumas

GENEALOGI ORANG KAYA BERKUASA

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com