POLITIK, indiebanyumas.com– Sejumlah tokoh dari organisasi relawan maupun pendukung Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 3 Ganjar-Mahfud membagikan kurang lebih 1000 kaos dan nasi bungkus untuk rombongan yang akan datang untuk mengikuti kegiatan kunjungan Presiden Jokowi ke Purwokerto, (2/1/2024).
Kegiatan bagi-bagi kaos dan nasi bungkus oleh para relawan Ganjar-Mahfud itu dilakukan di sekitar area parkir sebelum di area GOR Satria Purwokerto yang sampai di jalan Dr Angka.
Mereka yang membagikan kaos tampak berdiri di pinggir jalan, mendekati bus yang membawa penumpang untuk ikut dalam kegiatan kunjungan Presiden Jokowi, dan penumpang bus langsung berebut kaos yang disiapkan para relawan.
“Gerakan ini merupakan gerakan spontanitas, dan dilakukan oleh kawan-kawan dari relawan yang ternyata antusiasmenya sangat besar. Dari sekitar 1000 kaos dan nasi bungkus yang dibuat, Alhamdulillah semuanya ludes,” kata salah seorang aktivis Marhenisme dan tokoh PDI-P Banyumas, Djarot Gunadi.
Sebagaimana diberitakan, hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi)
menghadiri acara pembinaan petani se-Provinsi Jawa Tengah di GOR Satria Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada Selasa, 2 Januari 2024.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Joko Widodo mengapresiasi peran para petani dalam meningkatkan produksi jagung sehingga nilai impor jagung nasional menurun. Kepala Negara menargetkan hal tersebut juga berlaku pada komoditas padi, sehingga angka produksi terus bertambah dan cadangan strategis beras pemerintah dapat diamankan.
“Saya harus menyampaikan acungan jempol untuk para petani yang menanam jagung sehingga yang padinya ini juga harus dikejar agar tidak impor. Tetapi ini saya tau perlu tahapan. Mungkin tanam tahun ini yang pertama mungkin belum, tapi yang kedua moga-moga sudah mencapai lagi (produksi beras),” ujarnya dikutip laman resmi Setkab.
Guna mendukung hal tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia menyiapkan 1,7 juta ton pupuk bagi para petani. Kepala Negara menjabarkan pupuk tersebut akan dibagi menjadi dua jenis yaitu pupuk bersubsidi dan nonsubsidi.
“Yang bersubsidi itu 1,2 juta ton, yang tidak bersubsidi 500 ribu ton. Inilah yang kita harapkan agar yang namanya pupuk sudah tidak bermasalah,” lanjutnya.
Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya untuk menyiapkan tambahan anggaran subsidi pupuk di tahun 2024. “Kita ini dari Menteri Pertanian sudah mengajukan, dari Kementerian Keuangan nanti juga akan mendorong agar segera itu bisa direalisasikan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan bahwa selama melakukan proses penanaman para petani akan didampingi oleh penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa). Pendampingan tersebut dimaksudkan agar proses penanaman dan pemupukan yang dilakukan para petani lebih efektif.
“Beliau-beliau dari PPL sudah di-training selama sebulan untuk bagaimana memakai pupuk yang efektif. Pakai pupuk itukan juga ada caranya. Semuanya harus, penggunaannya harus betul-betul dihitung karena pupuk sekarang ini carinya tidak gampang di dunia. Jadi penggunaannya harus sangat cermat,” kata Presiden.
Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, dan Pj. Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro







