Sebuah video berisi aparat diduga mencopot baliho atau spanduk paslon Ganjar Pranowo-Mahfud Md kembali viral di media sosial. Pencopotan baliho itu disebut terjadi di Pematang Siantar, Sumatera Utara.
Menanggapi hal tersebut, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menegaskan agar semua aparat hukum harus nertral dalam Pemilu.
“Aparat harus menjalankan tugas, diberi kewenangan maka aparat harus netral,” kata Mardiono di kawasan Ancol, Sabtu (11/11/2023) dikutip dari laman liputan6.
Senada dengan Mardiono, Jubir DPP PPP Achmad Baidowi alias Awiek menyebut pihaknya sejak awal sudah khawatir akan ketidaknetralan aparat di Pilpres.
“Itu yang kita khawatirkan sejak awal, keterlibatan aparat pemerintahan maupun aparat penegak hukum dalam Pilpres 2024,” kata Awiek.
Awiek mengingatkan, aparat yang tidak netral atau memihak salah satu paslon pemilu akan memancing kerusuhan atau gesekan di masyarakat.
“Ketika aparat tidak netral itu akan memicu terjadinya kerusuhan maupun gesekan sosial. Kita selalu katakan bahwa, ketidaknetralan pemerintah itu akan memicu perlawanan rakyat,” kata Awiek.
Oleh karena itu, Awiek menyebut pihaknya akan meminta penjelaskan dari Satpol PP Pematang Sinatar, terkait dugaan aparat tidak netral di kasus tersebut.
“Kami minta penjelasan terhadap satpol PP yang menarik atribut Pak Ganjar di Pematang Siantar, itu harus ada penjelasan supaya tidak menimbulkan prasangka atau praduga,” pungkasnya.






