INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Harga Minyak Tinggi, Pengusaha Kripik Stop Produksi

Rabu, 19 Januari 2022

BANJARNEGARA – Harga minyak goreng yang mahal dan sulit didapat membuat pengusaha keripik tempe menghentikan produksi. Kenaikan harga minyak goreng yang terjadi berkali-kali, membuat pengusaha kesulitan menentukan harga jual.

“Dampaknya sangat luar biasa sekali. Kalau dulu kan satu karton minyak isi 18 liter kan harganya cuma Rp 185 ribu. Lah sekarang setiap hari naik, pengiriman terakhir dengan harga Rp 353 ribu per 18 liter,” kata pengusaha keripik tempe Suka Nicky dari Desa Gumiwang Kecamatan Purwanegara Sukini, Senin (17/1).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Dikatakan, selain mahal minyak goreng juga sulit didapat. “Jadi kadang kita sudah mau produksi, ternyata minyaknya ngga ada. Contoh hari ini, lagi ngga produksi karena minyaknya yang belum ada,” ungkapnya.

Menurut dia, usaha keripik tempenya sekitar tiga hari ini tidak produksi. Saat produksi, dalam satu hari biasanya dia memproduksi sekitar satu kuintal bahan jadi keripik tempe.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Dengan naiknya harga minyak goreng membuat dia harus menaikkan harga.

“Karena tidak mungkin kalau tidak menaikkan harga, karena minyak dari Rp 185 ribu ke Rp 353 ribu, kan hampir dua kali lipatnya. Jadi kita tetap menaikkan harga jual. Pembeli tetap ada, cuma kita kewalahan di minyaknya. Belum lagi harga kedelai juga mulai naik lagi. Dan yang sangat menyusahkan, kalau naik harganya stabil si ngga masalah. Tapi yang menyusahkan kami, harganya setiap hari naik. Itu kan kita susah menentukan harga jual,” jelasnya.

Dia menjelaskan harga kedelai naik dari Rp 7 ribu, sekarang Rp 10.500 per kilogram.

“Biasanya satu minggu, minimal lima atau enam kali menggoreng. Sekarang kan karena minyak lagi susah didapat, lagian mahal, terus saya harus komunikasi dulu dengan pelanggan kalau harga naik sekian, kira-kira di pasaran gimana kan harus dikomunikasikan dulu,” lanjutnya. (drn)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Mobil Tabrak Motor hingga Masuk Rumah di Purbalingga, Begini Kronologinya

Selanjutnya

Covid-19 Mereda, Pariwisata Purbalingga Ditargetkan Bangkit

TERBARU

Rekor Baru, Penumpang Daop 5 Purwokerto Tembus 36 Ribu per Hari

Rekor Baru, Penumpang Daop 5 Purwokerto Tembus 36 Ribu per Hari

Kamis, 26 Maret 2026

KKN HUTAN KITA

TEMAN MASA KECIL

Kamis, 26 Maret 2026

Luapan Bendungan Cisadap, 7.536 KK Terdampak Banjir di Ketanggungan Brebes

Luapan Bendungan Cisadap, 7.536 KK Terdampak Banjir di Ketanggungan Brebes

Kamis, 26 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 300 Paket Sembako untuk Perantau Banyumas-Cilacap di Jabodetabek

Adisatrya Suryo Sulisto Bagikan 300 Paket Sembako untuk Perantau Banyumas-Cilacap di Jabodetabek

Sabtu, 7 Maret 2026

Selanjutnya

Covid-19 Mereda, Pariwisata Purbalingga Ditargetkan Bangkit

Majelis Hakim Kabulkan Penangguhan Penahanan, Kasus Dugaan Penganiayaan dalam Pertandingan Sepakbola

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com