INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Harga Terus Melambung, Minyak Goreng Kemasan 2 Liter Rp 42 Ribu, Beras Rp 10.500 di Pasar Purwokerto

Sabtu, 15 Januari 2022

PURWOKERTO – Kenaikan harga minyak goreng dari sebelum Natal 2021, masih bertahan sampai sekarang. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harganya Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu per liter.

“Minyak goreng kemasan sekarang seliter Rp 22 ribu, dua liter Rp 42 ribu,” ujar pedagang sembako di Pasar Manis Purwokerto Ian kepada Radarmas, Jumat (14/1).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ian mengatakan, kenaikan harga minyak goreng turut merembet ke harga kebutuhan pokok lainnya. Seperti harga beras IR saat ini Rp 10.500 per kilogram (kg), dari harga normal Rp 9 ribu.

Ada kemungkinan saat panen raya satu atau dua bulan lagi, harga beras ada penurunan. “Mungkin sekira Rp 8 ribu per kg,” katanya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Sementara itu, Kepala Seksi Informasi dan Promosi Dagang Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas Didik Haridik Nasaro Godiarsi Godiarsi ST MPA menyampaikan, harga minyak goreng yang tinggi karena naiknya harga bahan baku, yaitu kelapa sawit.

“Harga bahan baku minyak tidak bisa diprediksi kapan kembali normal. Dari pemerintah daerah pun hanya bisa mengikuti kebijakan pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain itu, di Kabupaten Banyumas tidak ada lahan kelapa sawit, sehingga tidak bisa mengendalikan harga sawit. Di Kabupaten Banyumas hanya sebagai distributor dan konsumen.

Menurutnya, menjadi dilema juga untuk menstabilkan harga bahan baku minyak goreng secara mendadak. Pasalnya, bisa jadi petani memilih ekspor bahan baku minyak goreng, karena harga jual lebih tinggi. Dikhawatirkan stok di dalam negeri justru langka. Bisa mengakibatkan harga minyak goreng lebih tinggi.

“Tidak tahu juga penyebab tingginya harga sawit di tingkat internasional, mudah-mudahan tidak sampai ada kenaikan lagi,” pungkasnya. (ely)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Polres Kebumen Tilang 124 Pelanggar Penggunaan Knalpot Brong

Selanjutnya

Pamit Pergi ke Salon, Ibu-Anak di Banjarnegara Sepekan Menghilang

TERBARU

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Perantau Banyumasan di Jakarta Siap Gelar BGFest 2026, Angkat Budaya dan Aspirasi Warga

Rabu, 25 Maret 2026

Tak Sekadar Temu Kangen, Republik Ngapak Injakkan Langkah Lestarikan Kearifan Lokal di Banyumas

Tak Sekadar Temu Kangen, Republik Ngapak Injakkan Langkah Lestarikan Kearifan Lokal di Banyumas

Rabu, 25 Maret 2026

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Tegaskan Banyumas Tak Terapkan WFA

Rabu, 25 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Pamit Pergi ke Salon, Ibu-Anak di Banjarnegara Sepekan Menghilang

Uji Coba Dua Kapal Baru Susur Sungai Serayu, Wakil Bupati : Jadi Destinasi Wisata Andalan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com