Purbalingga – Kabupaten Purbalingga sampai saat ini masih surplus beras. Namun demikian, Pemkab tetap mendukung tiap-tiap desa memiliki lumbung. Hal itu sebagai langkah antisipasi krisis pangan, ketika dilanda masa paceklik. Senin (20/12/2021) Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, meresmikan lumbung pangan masyarakat (LPM), di Desa Karangjambe Kecamatan Padamara.
Lumbung Pangan Masyarakat di Desa Karangjambe, akan dikelola oleh Gapoktan Tani Maju. Lumbung ini akan menampung hasil tani para anggota Gapoktan. Fungsi dari Lumbung ini adalah untuk tabungan para tani. Selain itu juga sebagai wadah yang akan memfasilitasi hasil jual dari para petani.
“Pengelolaan oleh Gapoktan, nanti akan menampung hasil panen para petani,” katanya, Jamingan, Senin pagi.
Gabah hasil para petani, lanjut Jamingan, nantinya akan ditampung. Kemudian diolah menjadi beras, dan bisa dipasarkan. Sehingga bisa untuk membantu memasarkan hasil para petani.
“Nanti juga akan ada pengolahan, sehingga kita jual bukan gabah lagi tapi beras,” katanya.
Diketahui, LPM ini dibangun di atas 100 ubin, tanah kas desa. Sedangkan pembiayaan merupakan dana bantuan kementerian. Total dana sekitar Rp 520 juta, termasuk dengan peralatan yang ada.
“Termasuk ada rice mill, jadi bisa mengolah jadi beras,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tiwi saat meresmikan LPM menyampaikan apresiasi kepada Pemdes Karangjambe, dan Gapoktan. Mereka sudah memiliki inisiatif untuk membangun lumbung pangan. Meskipun sampai saat ini Purbalingga terus surplus beras. Namun antisipasi krisis pangan sudah dilakukan.
“Lumbung pangan ini bantuan dari kementerian pusat. Tujuannya untuk sarana dan prasarana memerangi krisis pangan, dan memastikan ketahanan pangan aman,” kata Tiwi.







