Purbalingga – Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus mengintensifkan program pengembangan produktivitas pertanian dan perkebunan lokal sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.
“Pemkab Purbalingga terus mengembangkan produktivitas pertanian dan perkebunan guna makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para petani,” kata Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di Purbalingga, Rabu.
Bupati mengatakan Kabupaten Purbalingga memiliki berbagai komoditas pertanian dan perkebunan yang menjadi unggulan di masing-masing kecamatan.
Dia menyebutkan komoditas pertanian dan perkebunan dimaksud antara lain kelapa, jagung, kobis, kentang, jeruk, lada hingga kopi.
“Purbalingga memiliki berbagai varietas kopi yang potensial untuk terus dikembangkan. Contohnya di Kecamatan Karangjambu sudah menghasilkan satu produksi kopi sendiri. Ada kopi Sirandu, Jingkang, Sanguwatang, Karangjambu, Purbasari dan lain-lain,” katanya.
Dia menambahkan, produktivitas tanaman kopi di Purbalingga sangat potensial untuk terus dikembangkan, hal ini juga didukung dengan makin banyaknya pelaku bisnis kopi di wilayah setempat.
“Kopi Purbalingga memiliki potensi yang bagus. Pelaku bisnis kopi di Purbalingga, cukup berkembang saat ini ada 52 tempat kedai atau warung kopi dan ada 38 merek kopi kemasan dari Purbalingga,” katanya.
Pemkab Purbalingga terus bantu memfasilitasi promosi dan pemasaran agar produk unggulan kopi di Purbalingga terus berkembang.
Salah satu upayanya adalah dengan menyelenggarakan festival kopi guna menggeliatkan kembali perekonomian lokal di tengah pandemi COVID-19.
“Kami juga mengajak seluruh pihak terkait termasuk komunitas untuk ikut berperan aktif dalam upaya pengembangan produk pertanian dan perkebunan di Purbalingga, khususnya kopi sebagai salah satu produk unggulan,” katanya.
Selain itu Pemkab Purbalingga juga mengajak seluruh petani dan pelaku usaha di wilayah ini untuk terus meningkatkan upaya promosi dan pemasaran produk pertanian dan perkebunan baik secara konvensional maupun digital.
“Hal tersebut diperlukan sebagai salah satu upaya untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi,” katanya.







