BANYUMAS – Sisa waktu 2 Minggu, pembangunan jembatan penghubung antar Desa Pegalongan Kecamatan Patikraja dan Desa Mandirancan Kecamatan Kebasen yang juga bakal menjadi jalur alternatif untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Simpang Pasar Patikraja saat ini berjalan 67 persen.
“Kalau progres saat ini, minggu lalu, karena minggu ini belum sempat kita cross chek itu berkisar 67 persenan, itu yang kita akui,” kata Kiki Nuvisnu, Kasi Perencanaan Jalan DPU Banyumas kepada Radarbanyumas.co.id, Rabu (8/12).
Masih diangka 67 persen dengan sisa waktu pengerjaan dua minggu, adanya pengubahan metode kegiatan pekerjaan menjadi faktor sehingga material pond site belum terpasang.
“Karena disana itu masih banyak barang-barang produksi pabrikasi itu sebetulnya sudah ada, cuma karena ada perubahan metode kerja, sehingga itu belum terpasang,” tambahnya.
Pengerjaan saat ini merupakan pengerjaan kunci utama bangunan berupa pengerjaan girder, dan erection rangka baja
“Sebenarnya ini kunci utamanya yang sekarang masih jalan, makanya pekerjaan tahap ini bagian atas, girder dan rangka baja, gider 20 meter sudah jadi, tinggal rangka baja dua bentang 60 meteran ini yang sedang kita kerjakan, sampai nanti jadi lantainya di cor,” lanjutnya.
Jangka waktu pengerjaan hingga 22 Desember, dengan progres terbilang minus, adanya penambahan waktu pengerjaan dengan mekanisme denda, akan dievalukasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Sampai tanggal 22 Desember, ini nanti dievaluasi PPK ataukah nanti ada kemungkinan pemberian kesempatan, dalam arti ada penambahan waktu tetapi dengan denda,” pungkasnya. (win)







