![]()
Banyumas – Peringatan Hari Santri Nasional kali ini, Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banyumas Muhammad Luqman mengajak para santri menumbuhkan kembali semangat Resolusi Jihad yang digaungkan K.H. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Tema Siaga Jiwa dan Raga dalam peringatan HSN kali ini, kata pria yang akrab disapa Gus Luqman, masih tidak lepas dari semangat resolusi jihad santri dengan melihat kondisi relevan yang terjadi saat ini.
“Santri, mari kita berama dengan pemerintah berjihad memajukan negeri, dan ketika saat ini kita sedang diuji dengan kemunculan wabah pandemi Covid-19 maka kita harus menjadi barisan yang paling depan dalam menghadapi ujian itu,” kata Ketua GP Ansor Banyumas periode 2020-2024 tersebut.
Himbauan Gus Luqman itu disampaikan dalam acara peringatan Hari Santri Nasional 2021 yang digelar Indie Banyumas dengan mengambil tema ‘Happy Bareng Indie, Santri Sehat, Indonesia Kuat’, Jum’at (22/10/2021) di Bulus Pepe Coffee and Resto.
Dalam kesempatan itu, Gus Luqman juga menyampaikan pesan bahwa tidak ada alasan bagi umat Islam yang tergabung terutama dalam dua organisasi besar yakni NU dan Muhammadiyah, saling berseberangan dalam kontek cita-cita bersama mewujudkan kemajuan negeri.

“Tidak ada alasan bagi umat untuk saling menghujat, manhaj kita sama, sumber ilmu dari dua tokoh pendiri organisasi besar Islam juga dari sanad yang sama. Mari kita pupuk kebersamaan ini guna mewujudkan nilai-nilai luhur kebangsaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Gus Luqman.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Luqman juga banyak menyampaikan hal penting tentang persoalan-persoalan muamalah Islam pada sesi podcast (indiecast) yang disertai dengan kuis berhadiah melibatkan para santri.
“Selain sebagai bentuk penghargaan kami terhadap santri, momentum HSN yang kami gelar ini diharapkan bisa menumbuhkan manfaat, diantaranya silaturahmi yang kian kuat antar santri antar ponpes, antar santri dengan masyarakat umum, dan terpenting adalah kesamaan bersikap dalam menghadapi permasalahan radikalisme yang belum juga berakhir di negeri ini,” kata Pimpinan Umum Indie Banyumas, Angga Saputra.

Salah satu tokoh masyarakat yang hadir, Ketua Umum Libas, Sumbadi mengatakan, peringatan hari santri menjadi penting agar santri punya semangat untuk terus menjadikan dirinya sebagai pribadi yang Soleh dan Solehah.
“Tidak lupa juga bahwa santri juga wajib menjaga marwah Pancasila karena santri lah yang mampu menjadi garda terdepan,” katanya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan H Anang Agus Kostrad, adalah santri, mereka lah generasi muda bangsa yang menjadi tonggak dalam menjaga kebersamaan umat. “Kita hidup dengan keberagaman, tentu saja, bukan hal mudah bagi negara untuk menjaga agar kehidupan berbangsa dan bernegara tetap utuh dalam hal toleransi antar umat. Karenanya, santri menjadi garda terdepan dengan membangun keinginan itu dari hati yang terdalam,” kata Anang.






