INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Panggung Seni di Banyumas Direnggut Pandemi, Jual Wayang Sampai Alih Profesi

Jumat, 27 Agustus 2021

PURWOKERTO – Panggung seni seakan direnggut pandemi. Rasanya ini berlaku untuk semua pentas seni yang ada. Setahun setengah sudah panggungnya ‘diambil alih’.

Salah satu seniman, Sriyono (65) yang juga sebagai ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Banyumas tak menampik soal dampak pandemi pada panggung seni.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Dari curhatan teman-teman seniman dalang, pengrawit, sinden, bahkan juga yang menyewakan soundsistem, memang menjerit,” kata dia.

Tak sedikit dari mereka yang banting setir karena harus menyukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Banyak yang memang sebelumnya benar-benar hanya terjun pada dunia seni ini. Sehingga, ketika seperti sekarang saat sama sekali tidak ada panggung pentas, maka sangat terasa sekali.

“Banyak teman seniman yang adol wayang, juga sebagian perangkat gamelan. Itu saya rasakan sekali dan saya tahu,” tuturnya.

Ada upaya untuk menghidupkan kembali gairah seni ini dengan cara live streaming. Namun menurutnya, itu juga tak pasti sebulan sekali.

“Kalau dulu, untuk dalang Banyumas, terutama yang sudah dapat tempat di hati masyarakat. Bisa dikatakan sering. Ada beberapa pengrawit lebih dari 20 kali dalam sebulan. Seniman dalang ada yang 15 kali ada yang 20 kali,” tuturnya.

Kini, lanjut dia, nasib seniman Banyumas cukup memprihatinkan. Ada juga yang alih profesi, seperti menjadi pedagang. Ada pula yang jadi pedagang keliling.

“Ada juga ikut kerja di bangunan, ikut bantu-bantu. Adanya itu ya mau tidak mau ya harus mau. Cukup memprihatinkan. Tapi kita tidak sendiri. Sambat begitu juga saya dengar dari seniman se-nusantara,” tuturnya.

Sejak pandemi ini, sama sekali tak ada pentas. Ia katakan, pernah ada orang yang hendak menyelenggarakan wayangan, namun dibubarkan. Sejak itu tidak ada lagi.

“Kalau ada kegiatan begitu, saya biasanya dapat tembusan. Ada pemberitahuan. Namun sejauh ini, tidak ada. Blas sama sekali. Tidak ada pagelaran. Karena resiko,” tuturnya.

Ia berharap, kepada Pemerintah Daerah, BUMN dan BUMD agar ada semacam kegiatan seni meskipun diselenggarakan secara streamig.

“Dengan streaming. Kan tidak berkerumun. Bisa diatur prokesnya. Kegiatan ini untuk menyambung hidup. Apalagi ini PPKM diperpanjang lagi. Maka semakin memprihatinkan. Saya tidak menutup mata, Pemda juga pusing dalam menangani covid,” tandasnya.

Wakil Bupati Banyumas Drs Sadewo Tri Lastiono yang juga ketua Dewan Kesenian Kabupaten Banyumas mengatakan keputusan pusat Banyumas masih masuk level 4. Namun menurutnya, kalau secara data maksimal ada pada level 3. Yang semestinya bisa untuk dilonggarkan.

“Untuk seniman ini sebelum saya kena covid, saya sudah diskusi dengan forkompinda. Jadi mau diwadahi di Gedung Sutedja,” katanya.

Nantinya, pentas akan menggunakan streaming. Ada batasan orang dan dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. “Namun saat pembahasan, saya kena covid. Besok akan coba lagi dibahas,” tuturnya.

Namun, lanjut dia, memang dalam situasi ini, seniman dituntut untuk kreatif dalam menyikapi kondisi pandemi.

Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Banyumas, Asis Kusumandani mengatakan kalau untuk Gedung Sutedja untuk prokes sangat siap.

“Memang sedang direncanakan itu hanya pengambilan gambar. Atau video. Setidaknya ada kegiatan. Yang jelas Sutedja penunjang prokes siap. Tempat luas. Sirkulasi udara memungkinan,” tandasnya. (mhd)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Bertambah, Santri PPTQ Harum Purbalingga yang Terpapar Corona

Selanjutnya

Dampak Kekeringan, Warga Sukawera Sampai Gali Sungai untuk Dapat Air Bersih

Eric Erlangga: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

TERBARU

Bermain Air di Muara Luk Ulo, Bocah SD di Kebumen Hilang Terseret Arus

Hari Kedua Pencarian Anak Tenggelam di Muara Luk Ulo Masih Nihil

Sabtu, 7 Maret 2026

Peringatan untuk SPPG Usai Penolakan MBG di Sokaraja : Jangan Semena-mena!

Peringatan untuk SPPG Usai Penolakan MBG di Sokaraja : Jangan Semena-mena!

Sabtu, 7 Maret 2026

KAI Daop 5 Purwokerto Luncurkan Promo Ramadan Festive, Tiket Diskon hingga Flash Sale

KAI Daop 5 Purwokerto Luncurkan Promo Ramadan Festive, Tiket Diskon hingga Flash Sale

Sabtu, 7 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Selanjutnya

Dampak Kekeringan, Warga Sukawera Sampai Gali Sungai untuk Dapat Air Bersih

Tak Laku Dijual, Cabai Rawit Digunakan Petani di Purbalingga untuk Pakan Ikan

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com