INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Menteri Koperasi Apresiasi Model Usaha yang Digagas Warga Purbalingga, Seperti Apa?

Sabtu, 21 Agustus 2021

Purbalingga – Pemberian bantuan dari Pemerintah kepada petani dinilai tidak sepenuhnya efektif. Bantuan seperti pupuk, benih, atau modal untuk produksi lainnya tidak menjamin menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sebab, suatu kendala yang dihadapi petani juga terkait penjualan. Oleh karena itu, bukan sebatas bantuan modal, tapi perlu disusun model usaha seperti yang digagas di Kabupaten Purbalingga.

Menteri Koperasi Teten Masduki mengapresiasi sistem yang digagas di Kabupaten Purbalingga. Dimana dibuat suatu sistem, yang membantu petani menyalurkan hasil produksinya. Sistem ini baru sedang diujicobakan pada kelompok tani di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Ngga cukup subsidi pupuk dan bibit, tapi perlu di bikin sistem model usahanya, model bisnis yang bagus itu,” kata Teten, saat kunjungannya di Kutabawa, Sabtu (22/08/2021).

Dia menjelaskan, pertani di Indonesia mayoritas para petani penggarap. Mereka menggarap lahan milik orang lain. Sedangkan daru cakupan lahan, kecenderungan hanya lahan sempit. Maka perlu dilakukan konsolidasi untuk memperkuatnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Jadi perlu sistem korporasi petani, yaitu bagaimana mengkonsolidasi petani perorangan dalam koperasi dalam skala ekonomi. Skala ekonomi itu produksinya, luas lahannya,” katanya.

Mengenai permodalan, diharapkan akan bisa dapat dukungan dari perbankan. Selama ini perbankan enggan memberikan pinjaman pada sektor pertanian. Bukan tanpa alasan, sebab kekhawatiran kredit macet sangat mungkin.

“Karena resiko macet, karena produknya tidak ada jaminan market tidak ada jaminan harga, jadi ketidakpastian nya tinggi. Tapi dengan sistem korporasi petani ini bisa untuk menjamin perputaran ekonomi,” kata Teten.

Apa yang digagas oleh koperasi Max Yasa Purbalingga akan dikenalkan ke wilayah lain. Selain itu Teten juga berjanji ke depannya akan mendukung dengan memberikan bantuan.

“Kita sulit membangun korporat farming karena kepemilikan lahannya sempit-sempit, maka kami ingin bekerjasama dengan Bupati, membangun modelnya dulu korporasi pangan dalam bentuk koperasi petani,” kata dia.

Ketua Koperasi Max Yasa, Ngahadi mengatakan bahwa untuk saat ini para petani sedang menanam buncis jenis baby kenya. Buncis varian ini hasilnya akan diekspor ke Singapura. Harapannya, dengan keberadaan koperasi Max Yasa, bisa menjadi solusi petani soal pemasaran.

“Kami ingin petani fokus dengan garapannya, nah tugas kami (Koperasi, red) membantu pemasarannya, menciptakan marketnya,” kata Hadi.

Sementara itu, Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, turut mendampingi Mentri koperasi memanen buncis baby kenya. Mengenai gagasan model usaha, Pemkab masih sangat bisa mendukung. Keberadaan Perumda Puspahastama diharap bisa menjadi solusinya.

“Kami ada Perusda yang menaungi hasil pertanian masyarakat, Puspahastama nanti bisa dikolaborasikan,” kata dia.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Terlindas Truk, Pemotor Meninggal di Jalur Sokaraja

Selanjutnya

Vaksinasi di GOR Satria Purwokerto Jalan Terus Meski Stok Astra Zeneca Kosong

TERBARU

Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026

Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026

Sabtu, 28 Maret 2026

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Jumat, 27 Maret 2026

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jumat, 27 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

Vaksinasi di GOR Satria Purwokerto Jalan Terus Meski Stok Astra Zeneca Kosong

Manajer PLN UPT Purwokerto Resmikan Taman Edukasi Ketapang, Jadi Sarana Pendidikan Pengelolaan Sampah

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com