INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Dugaan Korupsi Dana Aspirasi, Ketua DPRD Banyumas Mengaku Belum Ada Pemberitahuan

Jumat, 20 Agustus 2021

Banyumas – Kasus dugaan korupsi dana aspirasi anggota DPRD tahun anggaran 2018 – 2019, saat ini sudah masuk tahap penyidikan. Namun, Ketua DPRD Banyumas, dr Budhi Setiawan mengaku sampai hari ini belum menerima pemberitahuan terkait pemanggilan anggota DPRD Banyumas.

Ketua DPRD Banyumas menyampaikan, ia belum mengetahui program apa saja yang masuk dalam kasus yang sedang ditangani pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto tersebut. Sebab, ia baru masuk menjadi ketua DPRD pada bulan Agustus 2019, sementara yang sedang disorot adalah anggaran 2018 dan 2019.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

“Belum ada pemberitahuan terkait pemanggilan anggota DPRD dan saya juga belum tahu program apa saja yang masuk dalam dana aspirasi yang sedang diusut tersebut. Karena saya masuk pada bulan Agustus 2019, jadi tidak tahu anggaran induk 2018 maupun 2019, untuk 2019 saya hanya mengikuti pada anggaran perubahan saja,” jelasnya, Jumat (20/8).

Dokter Budhi mengatakan, ia akan mengkomunikasikan terlebih dahulu dengan anggota DPRD periode tersebut. Untuk mencari tahu, titik atau kegiatan apa saja yang masuk dalam tahun anggaran tersebut dan pada titik mana yang sedang dipersoalkan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Nanti akan saya komunikasikan dulu dengan anggota, karena sekarang kita sedang mengejar untuk pembahasan anggaran perubahan, tadi baru disampaikan perubahan KUA PPAS oleh bupati,” katanya.

Sebelumnya, Kajari Purwokerto, Sunarwan mengatakan, pihaknya sudah menaikan kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Dalam kasus dugaan penyelewengan dana aspirasi tersebut, diperkirakan ada kerugian negara mencapai Rp 525 juta lebih. Kerugian tersebut berasal dari pembiayaan proyek infrastruktur yang diduga ada pengurangan volume pekerjaan.

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Minim Penerangan, Ruas Kedungpring Telan Korban Kecelakaan

Selanjutnya

Risma Temukan 1.868 Rekening Bansos Terblokir di Jateng

TERBARU

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Gangguan KA Kamandaka, Efek Domino Terjadi: 3 Kereta Lain Ikut Terlambat

Jumat, 27 Maret 2026

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jenazah Pria Paruh Baya Ditemukan Mengapung di Sungai Karanganyar Kebumen

Jumat, 27 Maret 2026

118 Kepala Sekolah di Banyumas Terima SK Mutasi, Bupati Sadewo: Jadi Pemimpin yang Inspiratif

118 Kepala Sekolah di Banyumas Terima SK Mutasi, Bupati Sadewo: Jadi Pemimpin yang Inspiratif

Jumat, 27 Maret 2026

POPULER BULAN INI

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

SMPN 10 Purwokerto Minta Ganti Dapur MBG, FMP2M Soroti Menu Monoton dan Dugaan Selisih Anggaran

Selasa, 3 Maret 2026

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Bupati Cilacap dan 6 Pejabat Diamankan KPK Usai Diperiksa di Polresta Banyumas

Jumat, 13 Maret 2026

Selanjutnya

Risma Temukan 1.868 Rekening Bansos Terblokir di Jateng

Pembelajaran Tatap Muka di Cilacap Masih Tertunda, Wilayah Aglomerasi Masih Terdapat Level 4

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com