BANYUMAS – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang disertai dengan adanya penyekatan jalan, membuat mobilitas warga Banyumas, menurun hingga 40 persen.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie. Ia mengatakan penyekatan yang diberlakukan pada beberapa ruas jalan di Kota Purwokerto mulai terlihat efektif untuk mengurangi mobilitas warga.
“Jalanan di Kota Purwokerto sekarang relatif lebih lengang, mobilitas kendaraan menurun hingga 40 persen,” katanya.
Agus menjelaskan, ada dua macam penyekatan yang diterapkan, yaitu penyekatan pada empat pintu masuk wilayah Banyumas dan penyekatan di Kota Purwokerto.
“Kendaraan dari luar yang hendak masuk ke wilayah Banyumas relatif sepi, karena di berbagai daerah juga sudah diberlakukan penyekatan,” tuturnya.
Empat titik penyekatan di pintu masuk Kabupaten Banyumas, yaitu di Kecamatan Wangon, Ajibarang, Tambak dan Kecamatan Sokaraja.
Kendaraan dari luar Banyumas yang pengendaranya tidak membawa surat keterangan negatif antigen dan sertifikat vaksin, akan diminta putar balik.
Agus menjelaskan, mobilitas masyarakat dalam Kota Purwokerto hanya untuk kepentingan bekerja, sedang lainnya lebih banyak masyarakat yang berbelanja. (ali)






