PURBALINGGA – Stok oksigen di dua rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga kritis, pada akhir pekan lalu. Bahkan, RSUD Panti Nugroho sempat kehabisan astok oksigen. Sehingga, harus meminjam stok oksigen di Puskesmas terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga drg Hanung Wikantono mengakui hal itu, ketika dikonfirmasi Radarmas, Minggu (4/7). “Kondisinya memang seperti itu (stok oksigen kritis),” akunya. Dia menjelaskan, stok oksigen di RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata diprediksi hanya bisa memenuhi kebutuhan untuk lima hari. “Itu pun dengan syarat tak ada lonjakan permintaan penggunaan oksigen pasien,” jelasnya.
Dia menambahkan, aibat minimnya stok oksigen yang dimiliki, manjemen RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata terpaksa menyetok oksigen dalam tabung. Padahal, sistem pelayanan oksigen di RSUD ini, menggunakan sistem sertalisasi. Yakni, menggunakan satu tempat penyimpanan besar.
“Jika oksigen cair dalam tabung besar belum diisi, maka kami terpaksa menggunakan oksigen yang dikemas dalam tabung. Sehingga, kami perlu menyetok oksigen dalam kemasan tabung,” tambah pria yang juga Plt Dirut RSUD dr R Goeteng Taroenadibrata ini.
Dijelaskan, kondisi lebih parah sempat dialami oleh RSUD Panti Nugroho. RSUD yang merupakan pengembangan dari RSIA Panti Nugroho ini sempat kehabisan stok oksigen. Sehingga, terpaksa meminjam stok oksigen milik Puskesmas terdekat.
“Akan tetapi, pagi ini (kemarin pagi, red) RSUD Panti Nugroho sudah mendapatkan pasokan 30 tabung oksigen dari Samator Cilongok (Banyumas),” jelasnya.
Kritisnya stok oksigen di rumah sakit itu, menurutnya disebabkan banyaknya pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen. “Saat ini, sebagian besar pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit saturasi oksigennya sangat rendah. Sehingga, kebutuhan oksigen di rumah sakit sangat tinggi,” lanjutnya.
Menurutnya, krisis oksigen ini terjadi hampir di semua daerah dan menjadi isu nasional. Hal itu, disebabkan lonjakan pasien Covid-19, selama beberapa hari terakhir.
Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk jangan kendor menjaga protokol kesehatan (prokes). Sehingga, pasien Covid-19 tidak terus bertambah. Karena berdasarka data terbaru, kasus aktif pasien Covid-19 di Kabupaten Purbalingga sudah menembus angka 2.038 orang.
Sebanyak, 1.831 orang atau pasien menjalani isolasi mandiri di rumah maupun tempat isolasi mandiri terpusat. Sedangkan, 207 pasien lainnya menjalani perawatan di rumah sakit. (tya)







