INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Mahfud Bantah Eksploitasi Papua, Dana dari Pusat Lebih Besar

Rabu, 26 Mei 2021

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membantah anggapan yang menyebut Indonesia hanya mengeruk kekayaan Papua untuk menyubsidi wilayah lain.
Sebaliknya, Mahfud menyebut Papua selama ini disokong oleh pendapatan dari wilayah lain di Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan dari pajak, cukai, dan belanja negara yang dikeluarkan pemerintah untuk Bumi Cendrawasih.

“Tidak benar, kekayaan Papua itu bisa diukur dari pajak terhadap eksploitasi kekayaan alam. Pajak cukai dibanding dengan belanja yang dikeluarkan,” kata Mahfud saat menggelar Rapat Kerja dengan DPD RI, Selasa (25/5).

Mahfud merinci setiap tahunnya pemerintah bisa mengeluarkan dana hingga Rp46 triliun untuk menyokong Papua. Sementara, pendapatan dari pajak dan cukai yang didapat dari Papua hanya Rp12 triliun.

“Jadi kira-kira ya hampir hanya seperempatnya,” kata dia.

Tak hanya itu, pendapatan yang lebih kecil dari cukai dan pajak pun diperoleh di Papua Barat, yakni Rp5 triliun. Sementara, yang dikeluarkan pemerintah untuk provinsi ini setiap tahunnya mencapai Rp19 triliun.

“Jadi isu-isu itu enggak benar, belanja pemerintah pusat terhadap Papua itu ya empat kali lipatnya; 75 persen-nya, sehingga tidak heran jika ada hitungan belanja per kepala rakyat Indonesia [perbandingannya] untuk Papua itu 17 kali lipatnya,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Mahfud juga menyebut saat ini negara-negara luar yang tergabung dalam berbagai organisasi serupa PBB pun tak pernah ada yang membahas perihal kemerdekaan Papua.

Isu terkait penghisapan secara ekonomi atau eksploitasi ekonomi Papua oleh Indonesia pun klaim Mahfud tak pernah ada.

Meski begitu, dia tak memungkiri isu terkait pelanggaran HAM hingga perusakan alam masih kerap dibahas oleh negara lain terkait Indonesia dan Papua.

“Kalau di luar negeri sebenarnya enggak ada isu pengisapan [Papua] secara ekonomi. Yang berkembang di luar negeri justru isu misal pelanggaran HAM, perusakan alam. Isu kemerdekaan juga sudah enggak ada di luar negeri,” pungkas dia. (tst/arh)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Doni Monardo Diganti, Pengamat Duga Ada ‘Alergi’ Pihak Istana

Selanjutnya

Hasil Uji Coba: Indonesia Takluk 2-3 dari Afghanistan

POPULER BULAN INI

Sekda Banyumas: Pemkab Tunggu Surat Resmi DPRD Soal Tunjangan

Sekda Banyumas Buka Suara soal Polemik Lelang Parkir GOR Satria: Pemenang Bukan Sekadar Penawar Tertinggi

Kamis, 26 Februari 2026

PT Solusi Parkir Nusantara Menang Kerjasama Pengelolaan Parkir GOR Satria Purwokerto

Lelang Parkir GOR Satria: Sanggahan PT AKAS Gugur Hanya Gegara Salah Alamat

Kamis, 26 Februari 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Banyumas Raih Sertifikat Menuju Kabupaten Bersih Nasional 2026

Kamis, 26 Februari 2026

TERBARU

Pelajar 16 Tahun Meregang Nyawa usai Motor Oleng Saat Salip Truk di Ciberung

Pelajar 16 Tahun Meregang Nyawa usai Motor Oleng Saat Salip Truk di Ciberung

Kamis, 7 Mei 2026

Seorang Pengedar Diciduk, Satresnarkoba Polresta Banyumas Sita 1.415 Butir Obat Terlarang

Seorang Pengedar Diciduk, Satresnarkoba Polresta Banyumas Sita 1.415 Butir Obat Terlarang

Kamis, 7 Mei 2026

Bupati Banyumas Serahkan Kunci 29 Rumah RTLH Baznas, Dorong Kolaborasi Atasi Kemiskinan

Bupati Banyumas Serahkan Kunci 29 Rumah RTLH Baznas, Dorong Kolaborasi Atasi Kemiskinan

Kamis, 7 Mei 2026

Selanjutnya

Hasil Uji Coba: Indonesia Takluk 2-3 dari Afghanistan

Inggris Rilis 33 Nama Skuad Sementara Piala Eropa 2020

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com