Cilacap – Meski berada di wilayah terpencil dan terisolir, Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap masih cukup banyak warga yang terjangkit Covid-19.
Hal ini terjadi akibat, pergerakan manusia yang cukup tinggi. Termasuk adanya warga yang tidak jujur, melaporkan diri terjangkit Covid-19.
Kasubag Tata Usaha Puskesmas Kampung Laut Rohlani Rabu ( 18/8/2021) mengatakan, saat ini terdapat 19 orang kasus aktif terjangkit Covid-19. Selain itu, terdapat puluhan orang lainya, sejak pandemi hingga saat ini yang terkonfirmasi Covid-19. Dengan jumlah penderita yang meninggal dunia mencapai satu orang.
Meski angka ini termasuk rendah di wilayah Cilacap, namun cukup banyak warga yang diduga atau suspek Covid-19. Teruatam pada bulan Juni- Juli 2021. Banyak warga yang mengeluhkan sakit, seperti gejala Covid-19.
Namun tidak mau memeriksakan diri ke Puskesmas, padahal Puskesmas menyediakan rapid antigen gratis. Bahkan juga melakukan tracing, kepada warga yang melakukan kontak dengan pasien Covid-19. Namun keterbukaan warga dianggap kurang.
“ Apabila ada suspek gejala klinis ada, kita cek mempergunakan rapid antigen. Setelah itu kita ulangi dengan PCR, karena sekarang mempergunakan PCR terlalu lama. Sehingga kita mempergunakan rapid antigen,”kata Rohlani.
Rohlani menjelaskan jika ada pasien Covid-19 yang mengalami kondisi perlu dirujuk. Maka akan dirujuk ke Rumah sakit penanganan Covid-19 di Cilacap, dengan mempergunakan perahu ambulance.
Sedangkan bagi warga yang tidak menujukan gejala, diminta melakukan isoman. Puskesmas Kampung Laut, mempunyai sembilan tempat tidur untuk melakukan rawat inap.
Kampung Laut berada di antara Pulau Cilacap, dengan Nusakambangan. Untuk menujuk ke Kampung Laut diperlukan waktu kurang lebih 2 jam, dengan mempergunakan perahu. (RA).







