BANYUMAS– Keputusan Shen Yinhao yang ditunjuk sebagai wasit utama dalam laga semifinal piala Asia antara timnas Indonesia vs Uzbekistan, menjadi trending topik di sejumlah platform media sosial.
Bahkan, sejumlah whatsapp grup juga sejak malam tadi membahas tentang wasit asal tiongkok itu dengan menshare video kekesalan warga hingga ngamuk memukul layar proyektor ketika muncul sosok sang wasit.
Sebagaimana diketahui, Timnas Indonesia Garuda Muda U-23 sempat mencetak gol. Muhammad Ferarri memasukkan bola ke gawang Uzbekistan pada menit ke-65 usai mendapat operan dari Ramadhan Sananta di dalam kotak penalti. Namun gol perdana Indonesia itu dibatalkan wasit Shen Yinhoe, karena Ferarri dianggap offside.
“Terima kasih sudah membuat kami bangga, Garuda Muda kalian tidak mengecewakan, yang mengecewakan wasit Shen Yinhao,”tulis @_putriaa Senin (29/4/2023) malam dalam akun X.
“Cie jadi trend nomor 1, lu udah terkenal di seluruh Indonesia karena kecurangan lu!. Tandai Shen Yinhao,”tulis @huan_well.
Bukan hanya menjadi tranding topik di media sosial X, netizen Indonesia pun memburu akun Instagram Shen Yinhao.
Sementara itu rasa kekesalan dan kecewa terhadap wasit Shen Yinhao pun diungkapkan Aji Pamuji, warga Desa Cilongok, Banyumas yang bersama dengan teman-temannya nonton bareng di pendopo Kecamatan Cilongok.
Menurutnya, keputusan wasit Shen Yinhao sangat merugikan timnas. “Ceritanya mungkin akan berbeda jika tidak ada keputusan yang merugikan itu, ” ungkapnya.
Meski begitu Aji tetap bangga dengan prestasi timnas Garuda Muda U-23, meski kalah dari Uzbekistan.
“Kesal banget sama dengan wasit. Pengen nonjok rasanya kalau saja dia ada di sini, ” ungkapnya.
Di sebuah whatsapp grup, kekesalan dilontarkan oleh anggotanya.
“Tiap pelanggaran NKRI wasit mlayu ndeleng tv .. giliran lawan dijorna Bae ..genah banget wasite alangi NKRI menang, ” tulis Jack 86.
Namun ada juga warga yang sudah ikhlas atas kekalahan Garuda Muda melawan Timnas Uzbekistan.
“Sudahlah, akui saja kemenangan Uzbekistan. Gak usah nyalahin wasit.
Soal gol yang dianulir, itu telah dibuktikan melalui VAR. Lalu tentang kartu merah, jelas itu soal mental yang fatal. Ini pula bisa dibuktikan jelas melalui VAR.
Bagaimanapun tim Garuda Muda sudah berjuang maksimal. Kalau pada pertandingan play off Olimpiade Paris melawan Guinea kita menang, maka pertandingan melawan Uzbekistan tadi hanya ketidak beruntungan strategi yang dimainkan di lapangan. Terima kasih Garuda Muda!, ” tulis Rangga Sujali dalam whatsapp grup Banyumas Bebas Bicara (BBB).







