FOKUS UTAMA– Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Di Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas mengalami insiden ledakan, Kamis (05/02/2026).
Padahal, SPPG tersebut saat ini belum mulai beroperasi, melakukan pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala SPPG Desa Krajan Elvin Subekti menyampaikan, rencananya SPPG Desa Krajan ini akan resmi beroperasi pada 9 Februari 2026.
“SPPG ini belum operasional dan belum melayani pendistribusian makanan. Rencananya mulai operasional pada tanggal 9 Februari,” katanya, Kamis siang.
Sebagai upaya mempersiapkan pendistribusian MBG, maka tengah dilakukan uji coba. Saat kejadian, hampir semua relawan disetiap divisi ada di dalam gedung SPPG.
Diantaranya ada 10 orang dibagian pencucian ompreng, 8 orang divisi memasak, dan 8 orang bagian pemorsian.
Menurut Elvin, semua relawan tengah beraktivitas sesuai bagiannya. Tiba-tiba mesin pengering ompreng meledak.
“Itu pengering ompreng ada temperaturnya, nah ini uji coba ke tiga. Ya kami sudah jelaskan bagaimana mekanismenya, dari kemarin aman,” ujarnya.
Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan relawan mengalami luka dan dilarikan ke Puskesmas. Selain itu, akibat peristiwa ini manajemen SPPG mengalami kerugian materil sekitar Rp 60 juta.
“Kalau kerugian sekitar Rp 60 juta. Mesin pengering yang rusak, trus ompreng, plafon juga rusak,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Krajan, Kecamatan Pekuncen, Banyumas mengalami insiden kecelakaan kerja, Kamis (05/02/2026). Sebuah mesin pengering ompreng meledak saat digunakan
Insiden tersebut mengakibatkan belasan relawan mengalami luka.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.40 WIB ketika pekerja melaksanakan aktivitas di dalam dapur, termasuk pencucian ompreng MBG. Saat proses pengeringan, tiba-tiba terjadi ledakan yang bersumber dari mesin pengering ompreng berbahan stainless.
Kepala SPPG Desa Krajan Elvin Subekti mengatakan para sukarelawan mulai beraktivitas sejak pukul 09.00 WIB dan ledakan terjadi sekitar pukul 10.40 WIB, saat proses pengeringan ompreng.
“Kalau dijadwalkan relawan berangkat jam 09.00 wib, ledakan itu terjadinya sekitar 10.40 wib,” katanya, ditemui di lokasi kejadian.
Dia menyebut, saat kejadian di dalam dapur ada lebih dari 20 orang. Secara rinci dia menyebut, 10 orang bagian pencucian ompreng, 8 orang bagian masak, dan 8 orang lainnya bagian pemorsian 8 orang.
“Dari jumlah tersebut, delapan orang mengalami luka ringan akibat serpihan kaca, sudah pulang. Sementara dua orang dirujuk ke rumah sakit. Karena luka kaki tertimpa reruntuhan, dan satu luka bakar,” kata Elvin.
Selain jumlah tersebut, ada sejumlah orang yang akhirnya menyusul ke Puskesmas. Mesti tidak mengalami luka luar, namun dikhawatirkan mengalami gangguan pendengaran.
“Ada lagi beberapa yang disusulkan ke Puskesmas, karena takut terdampak pendengaran, kalau jumlah yang itu masih dalam pendataan,” ujarnya. (Angga Saputra)










