INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Tujuhbelasan

Senin, 16 Agustus 2021

Kemeriahan tahun ini hilang, terganti oleh paranoia. Ketakutan berlebih atas ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan tentang rekayasa genetika virus, dari SARS menjadi Covid-19. Bahkan terakhir sudah bermutasi hingga tiga generasi dengan banyak varian baru.

Jenuh, melelahkan, bahkan mulai memuakkan.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

18 bulan bukan waktu yang pendek untuk bertahan dengan keterpurukan. Semua daya-upaya sudah dilakukan untuk sekadar hidup dengan pemenuhan kebutuhan minimum. Produksi terhenti, transaksi tertunda, kredit macet, pembatasan aktifitas luar ruang, dan aneka macam problematik di sektor ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi akan mengalami pertumbuhan negatif pada 2021. Kendati pemerintah, melalui Menteri Ekonomi, Sri Mulyani, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi melampaui angka 7%. Realitanya, kemampuan konkret masyarakat masih mandul. Asumsi positif, pertumbuhan itu dihitung dari titik terrendah.

Tetap ada optimisme ke di kuartal akhir tahun ini. Dengan asumsi jika kontraksi berjalan baik di sektor transportasi dan pergudangan, serta industri pengolahan diapresiasi dengan bagus, baik oleh pemerintah maupun pelaku ekonomi.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Industri otomotif masih mati suri sampai akhir tahun, akan siuman di kuartal I tahun 2022. Namun masih terhuyung dan belum bisa berjalan normal.

Sektor pangan agak krusial, Vietnam dan Thailand menahan diri untuk ekspor beras. Mereka bersikap lebih mengamankan stok pangan terimbas Covid-19. Sementara Indonesia, yang mayoritas penduduknya mencukupi kebutuhan kalorinya dari beras, belasan tahun terakhir masih ketergantungan beras impor. Ditambah dengan kemarau menjemput, membuat produksi padi dalam negeri turun drastis. Eropa mulai sadar bahwa kandungan gula dalam gandum terlalu tinggi. Maka hasil pertanian ini mereka buang ke pasar Asia, yang notabene pangsa terbesar. Sebagai pengganti gandum, dipilih tapioka yang didatangkan dengan murah dari Asia.

Anak-anak mulai lupa siapa teman sekelasnya. Seorang guru menuturkan, jangankan setahun belajar di rumah, pelajaran yang disampaikan dengan tatap muka Minggu lalu pun muridnya banyak yang lupa. Entah kualitas hasil seperti apa dari proses belajar-mengajar di rumah. Sebab tidak semua orang tua menguasai paedagogik dan psikologi anak. Tidak semua anak mendapatkan akses teknologi yang bagus. Belajar online menambah kejumudan baru pada anak, orang tua, dan guru. Sementara sekolah, kebanyakan sudah menjadi institusi profit yang berhitung angka pendapatan, pengeluaran, dan sisa hasil usaha. Kampus berlindung di balik sistem, bahwa pembayaran UKT yang sudah berbasis komputer, tidak lagi bisa dinegosiasikan, baik waktu maupun nominalnya.

Pariwisata adalah sektor yang terkena imbas paling buruk. Obyek wisata dengan seluruh Anasir pendukungnya mati suri. Travel agent, tour guide, hotel, restoran, art shop, dan maskapai penerbangan, semua lunglai tak berdaya. Wisatawan mancanegara yang diharap datang dengan pundi tebal, belum kunjung datang, karena terganjal exit permit yang belum dibuka. Sisi lain, isatawan lokal dan domestik, sedang bergelut dengan kebutuhan primernya.

Aneka bantuan sosial diluncurkan. Tentu dengan pertimbangan dan penghitungan matang. Lagi-lagi aplikasinya di lapangan, selalu ada penyimpangan. Beberapa saja yang terungkap dan mencuat di media, tentu banyak pula yang lolos, selamat dalam laknat.

17-an kali ini kita berteriak “merdeka” dengan suara lemah-parau. Mungkin tak kuat lagi memanjat pinang harapan..

Rangga Sujali

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Makin Mudah, Pantau Harga Sembako Melalui Aplikasi Sipinter-Apik

Selanjutnya

Marak Wahana Desa Wisata di Purbalingga, Dinpora : Jangan Sekadar Asal Ikut-ikutan

TERBARU

Roadshow Parpol 2026, Bawaslu Banyumas Sambangi Kantor PKB

Roadshow Parpol 2026, Bawaslu Banyumas Sambangi Kantor PKB

Rabu, 4 Februari 2026

Bawaslu Banyumas Kunjungi PKB, Partai dengan Suara Terbanyak Kedua

Bawaslu Banyumas Kunjungi PKB, Partai dengan Suara Terbanyak Kedua

Rabu, 4 Februari 2026

Politikus PDIP Soroti Kasus Anak SD di Ngada, Ingatkan Hak Konstitusional Pendidikan

Politikus PDIP Soroti Kasus Anak SD di Ngada, Ingatkan Hak Konstitusional Pendidikan

Rabu, 4 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Polemik Puskesmas 2 Cilongok, Anang Kostrad Dorong Pembangunan Puskesmas 3

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

Marak Wahana Desa Wisata di Purbalingga, Dinpora : Jangan Sekadar Asal Ikut-ikutan

Tempat Ibadah Boleh Adakan Peribadatan Berjamaah

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com