PURBALINGGA – Kebahagiaan momen Idul Fitri berubah menjadi duka mendalam di Dusun Trajumaya, Desa Pesunggingan, Kecamatan Pengadegan, Purbalingga, Jawa Tengah. Seorang bocah laki-laki berusia empat tahun ditemukan tewas setelah terperosok ke dalam sumur sedalam 11 meter, Sabtu (21/3/2026).
Data yang dihimpun dari Tim SAR Gabungan setempat, korban diketahui bernama Umar. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, saat korban tengah bermain di halaman rumah kerabatnya yang berada tak jauh dari lokasi keluarga sedang menggelar halalbihalal.
Diduga, korban menginjak penutup sumur berbahan asbes yang sudah rapuh. Material penutup itu tak kuat menahan beban tubuh korban hingga akhirnya ambrol dan membuat bocah tersebut jatuh ke dalam sumur.
Evakuasi Dramatis Berlangsung 20 Menit
Kepanikan langsung menyelimuti keluarga. Upaya penyelamatan mandiri sempat dilakukan, sebelum akhirnya laporan diterima oleh tim gabungan. Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 15.30 WIB, melibatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga, Damkar Pos Rembang, Basarnas Unit Siaga SAR Banyumas, serta unsur TNI-Polri, tenaga medis, dan relawan.
Kondisi sumur dengan kedalaman mencapai 11 meter menyulitkan akses tim. Setelah kurang lebih 20 menit berjuang, korban berhasil dievakuasi ke permukaan pada pukul 15.50 WIB. Namun, nyawa Umar tidak dapat diselamatkan.
Jenazah Dibawa ke Banjarnegara
Jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menggunakan ambulans Puskesmas Pengadegan menuju rumah duka di Desa Panusupan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, untuk dimakamkan.
Selain BPBD, Damkar, dan Basarnas, proses penanganan insiden ini juga melibatkan Puskesmas Pengadegan, Polsek Pengadegan, Koramil Kejobong, Pemerintah Desa Pesunggingan, serta relawan RAPI Purbalingga.
Insiden ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya pengamanan standar pada fasilitas berisiko tinggi seperti sumur terbuka, terutama di lingkungan permukiman dan area yang kerap diakses anak-anak. Di tengah euforia hari raya yang sarat kebersamaan, tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. (Angga Saputra)







