BANYUMAS – Tim Kajian Cagar Budaya Kabupaten Banyumas membeberkan keberadaan videotron di Alun-alun Banyumas bakal dikamuflase. Menyusul videotron merupakan produk modern yang dipasang di kawasan diduga cagar budaya.
Posisi videotron terletak di rumput. Dengan kata lain berada di badan ruang terbuka hijau. Maka akan lain ceritanya ketika videotron di pedestarian atau trotoar.
“Diteliti terlebih dulu, bagaimana videotron seolah-olah tidak berada di ruang terbuka hijau atau kita sebut kamuflase,” terang Ketua Tim Kajian Cagar Budaya Kabupaten Banyumas Sidem Tetuko, Selasa (31/8).
Lebih jauh, Tetuko menjelaskan masterplan Kota Lama Banyumas tidak pernah terpikirkan untuk mengembalikan Alun-alun Banyumas secara leterlek ke zaman ketika dibangun.
Namun lebih pada menghidupkan kembali “roh” Alun-alun Banyumas. “Roh” itu bermakna bahwa alun-alun secara filosofis adalah tempat nguda rasa masyarakat. Sedangkan kini fungsi alun-alun telah mengalami banyak perubahan. Bahkan bisa disebut sebagai taman.
“Videotron bisa dikamuflase. Sedangkan pesawat sulit. Salah satu penyebabnya pesawat terletak tepat di perempatan dalam filosofi Jawa,” papar Tetuko.
Pemahaman sejarah tentang simbol filosofis inilah yang menjadi rujukan dalam pendahuluan penyusunan masterplan Kota Lama Banyumas. (fij)





