A. Perkembangan surat kabar dan majalah
1. surat kabar
Jika kita ingin mengetahui sebuah informasi, darimanakah kita dapat mengetahuinya? Semua dapat kita dapatkan melalui surat kabar. Surat kabar atau Koran, adalah media massa cetak. Walaupun sudah terjadi modernisasi, media cetak ini masih dipertahankan. Pada jaman modern ini, kita dapat memperoleh informasi atau berita melalui internet,media sosial, televisi dan lain sebagainya.
Identifikasi tentang fitur umum surat kabar di awal Amerika yaitu adanya beberapa kertas,pencetak dan kantor pos melakukan sebagian besar penerbitan awal,berita itu tidak tepat waktu seperti saat ini, selain itu ide pers bebas tidak mendukung pemerintah kolonial.
Sejarah surat kabar pada tahun 1690, Benjamin Harris adalah seorang tukang becak dari Boston yang mempublikasikan koran pertama Amerika, Publick Occurrences both Foreign and Domestick. Ada artikelnya yang mengulas tanpa adanya fakta mengenai perselingkuhan Raja Perancis dengan istri dari anaknya, yang membuat marah kaum puritan dari koloni Perancis dan mereka menutup surat kabar tersebut. Paham tentang kebebasan jurnalis belum ada di Amerika karena koloni mengharuskan adanya persetujuan dari kerajaan untuk mempublikasikan surat kabar.
14 tahun kemudian, John Campbell (ketua kantor pos di Boston), mempublikasikan Boston News Letter yang sudah mempunyai ijin dari kerajaan. Namun koran ini dianggap sangat membosankan yang memiliki berita yang dicetak ulang dari surat kabar Eropa, sehingga hanya mempunyai 300 pelanggan dan tidak untung sama sekali.
Lalu beberapa tahun kemudian, New England Courant, diterbitkan tanpa ijin pemerintah oleh James Franklin kakak dari Ben Franklin. Akhirnya Frank dipenjarakan karena masalah dengan otoritas pemerintah lokal. Ben mengambil alih kepemimpinan redaksi dan pindah ke Philadelphia serta menerbitkan Pennsylvania Gazette. Koran tersebut menggunakan jenis huruf yang mudah dibaca serta layout dan headline yang jelas.
Surat kabar harian muncul pertama tahun 1783. Tahun 1800-an, kota besar punya setidaknya satu koran harian. Koran tersebut dibaca oleh kaum kelas ekonomi menengah keatas karena harganya yang mahal.
Politik masih menjadi fokus utama. Wanita pertama yang dikenal sebagai jurnalis politik adalah Anne Royall. Dia merilis dua koran untuk Washington (1831-1854). Royall memperjuangkan mengenai kebebasan berpendapat dan hak-hak dasar lainnya, serta berkampanye mengenai penolakan suap dan korupsi.
Freedom’s Journal adalah koran pertama dari 40 koran bagi orang berkulit hitam sebelum 1860, ditemukan oleh perusahaan Revenred Samuel Cornish dan John Russwurm.
Tahun 1828, kebangsaan Cherokee Indian menerbitkan Cherokee Phoenix yang ditulis dengan bahasa Cherokee dan Inggris. Berubah nama menjadi Cherokee Advocate yang bertahan hingga tahun 1906 dan kembali tahun 1970 sampai searang serta terbit setiap bulan.
Kelahiran Surat Kabar Besar
Beberapa kondisi yang harus ada sebelum surat kabar besar terbit yaitu yang pertama, mesin cetak harus ditemukan untuk memproduksi banyak salinan dan murah. Pada 1830, perusahaan R.Hoe & Company membangun mesin cetak uap yang bisa menghasilkan 4000 salinan per jam. Selain mempercepat penyalinan yang banyak, harga koran menjadi lebih murah sehingga orang sanggup membelinya.
Mesin Cetak Uap
Kedua,harus ada cukup orang yang bisa membaca/tidak buta huruf. Ketiga, kelompok massa pembaca yang banyak. Penyebaran besar media dihubungkan dengan apa yang disebutkan sejarahwan tentang demokrasi Jaksonian,saat pertama kali orang biasa disebut menjadi kekuatan politik dan ekonomi. Setiap negara melakukan pemungutan suara terbanyak sehingga berkembangnya kelas sosial urban. Tren mengenai demokrasi bisnis dan politik menjadi menarik minat penikmat berita besar.
2. Majalah
Majalah adalah sebuah media publikasi atau terbitan secara berkala yang memuat artikel – artikel dari berbagai penulis (Assegaff, 1983 : 127). Selain memuat artikel, majalah juga merupakan publikasi yang berisi cerita pendek, gambar, review, ilustrasi atau fitur lainnya yang mewarnai isi dari majalah. Majalah biasanya bersifat lebih ringan kontennya daripada surat kabar atau koran.
Edward Cave adalah editor majalah The Gentleman’s Magazine yang terbit 1731 di London ( berhenti terbit 1907). Dia adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah “majalah” di analogi sebagai gudang militer yang berasal dari bahasa Arab yaitu “ Makazin”.
Benjamin Franklin adalah orang yang mempelopori adanya majalah di Amerika. Pada 1740, benjamin menerbitkan sebuah majalah yaitu General Magazine.
Majalah Playboy (1953) tidak kalah sukses. Isi dari majalah tersebut khusus untuk pria dewasa.
PERKEMBANGAN SURAT KABAR DAN MAJALAH SAAT INI
- Surat Kabar di Era Digital
Banyak industri surat kabar yang masih mempertahankan media massa cetak atau koran, namun tetap mencari cara untuk dapat menempatkan diri di media online namun tetap dalam edisi cetak yang lama. Hal ini tidak akan membuat media cetak tertinggal
Lalu apakah bagaimanakah supaya surat kabar tidak ditinggalkan? Cara yang dapat kita lakukan adalah tetap membaca koran. Informasi dari koran lebih banyak keakuratannya daripada media online
- Surat Kabar Online
Memang media online terkadang mempunyai keuntungan dan keburukan. Berikut adalah keuntungan dari surat kabar online :
- Tidak ada batas penulisan berita. Tidak terpaku pada luas kolom yang tersedia
- Bisa diupdate kapan saja dan tidak ada batas edisinya
- Lebih interaktif. Adanya kolom komentar,papan buletin,kolom pencarian yang memudahkan pembaca untuk memberikan respon dan mencari berita yang diinginkan
- Tidak hanya tulisan, di koran online terdapat gambar bahkan video yang disediakan.
Edisi Digital
Koran edisi digital jelas berbeda dengan koran edisi cetak. Perbedaannya antara lain:
- Koran edisi digital tidak memiliki nomor halaman seperti yang ada pada koran edisi cetak.
- Jika koran edisi cetak terbagi dalam beberapa kolom, koran edisi digital tidak terbagi dalam beberapa kolom.
- Tidak seperti koran online yang selalu memperbarui beritanya secara berkala, edisi digital hanya terbit sehari satu kali yang menyebabkan berita yang disampaikan bisa jadi sudah terlewat beberapa jam sebelumnya.
- Teks yang digunakan memiliki bentuk huruf yang berbeda dengan yang versi cetak dan iklan yang dimuat juga dalam bentuk berbeda.
Media dalam Genggaman
Koran pada masa yang akan datang bisa saja akan menurun eksistensinya dan media dalam genggaman ini berarti koran bisa saja hanya akan dikirimkan melalui tablet PC. Alat ini hanya memiliki berat sekitar kurang lebih 1kg, ukurannya hanya selebar kertas A4, dan mudah dibawa kemana saja. Melalui alat ini, koran tidak hanya menampilkan teks, grafik, gambar, tetapi dapat menampilkan tautan video pula. Dalam hal ini, potensi iklan juga dapat meningkat pesat karena iklan langsung dikirim via tablet PC atau ponsel yang langsung menjangkau secara personal.
- PERKEMBANGAN SURAT KABAR DI INDONESIA
Seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi dan media digital saat ini, surat kabar atau koran kini semakin ditinggalkan. Namun, masih banyak juga orang yang memilih koran sebagai sarana untuk memperoleh informasi. Koran pertama di Indonesia ada pada saat zaman VOC. Isi dari koran tersebut hanya memuat berita mengenai VOC, antara lain mutasi pejabat, berita pernikahan, kematian dan kelahiran. Pembacanya juga hanya sebatas warga Belanda. Di indonesia, pertama kali terbit pada awal abad ke 15. Saat itu beberapa daerah di Indonesia dikuasai oleh kompeni Hindia Belanda (VOC).
Pada tanggal 7 Agustus 1744, koran pertama yang dicetak dan diterbitkan di Batavia bernama Batavia Nouvelles. Koran ini terbit seminggu sekali sebanyak 4 halaman dimana semua isinya ditulis menggunakan tangan. Kemudian, koran ini berkembang dan berubah menjadi koran yang berisi kritik terhadap perbudakan di Batavia dan perilaku penguasa VOC saat itu.
Koran lain yang muncul adalah koran Al Juab pada tahun 1795 sebagai koran berbahasa Melayu yang pertama. Koran ini berisi tentang agama Islam. Tetapi, koran ini tidak bertahan lama dan mati pada tahun 1824.
Tahun-tahun berikutnya, muncul koran-koran lain setelah kedatangan mesin cetak di Batavia. Baik koran yang berbahasa Belanda maupun berbahasa Melayu menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia, terlebih setelah terbitnya koran nasional pertama, yaitu Medan Prijaji.
Gubernur Jendral Daendels juga menerbitkan surat kabar resmi yang kedua di Hindia Belanda yang terbit pertama kali pada 5 Januari 1819 bernama Bataviasche Courant. Kemudian pada tahun 1829, Bataviasche Courant berganti nama menjadi Javasche Courant yang terbit sebanyak 3 kali seminggu.
Pada tahun 1855, terbit surat kabar yang terkenal di Sumatra bernama Deli Courant dan De Sumatra Post. Ada pula Borneo Advertentieblod dan Celebes Courant terbit di Banjarmasin, Ujung Pandang dan Manado.
Sejak pertengahan abad ke 18, diterbitkan surat kabar yang berbahasa Indonesia. Yang tertua adalah Bromartani (1862), Djoeroe Martani (1864) yang terbit di Surakarta, Bintang Djohar (1873), Bianglala (1897) yang terbit di Batavia dan Retno Dhoemilah (1895) yang terbit di Jogja. Meskipun berbahasa Indonesia, namun redaksinya masih orang Belanda.
Antara tahun 1902 sampai 1930, jumlah koran yang diterbitkan oleh bangsa Indonesia meningkat secara teratur. Baik pers Indonesia-Cina maupun Indonesia-Arab menerbitkan pula koran dalam bahasa Cina-Arab. Di Jawa juga terbit koran yang menggunakan bahasa Jawa dengan huruf Jawa pula.
- STUDI KASUS SURAT KABAR
Kasus: Surat Kabar Sinar Harapan.
Koran Sinar Harapan ini terbit perdana pada 27 April 1961 dan dipimpin oleh HG Rorimpandey. Pada 1 Januari 2016, surat kabar Sinar Harapan sudah tidak terbit lagi karena ada beberapa faktor yang menyebabkan Sinar Harapan tidak terbit lagi. Alasan yang menyebabkan Sinar Harapan tidak terbit lagi adalah, para investor melepaskan investasinya pada Sinar Harapan karena Sinar Harapan sudah tidak memberikan keuntungan kepada mereka lagi, selain itu tergesernya surat kabar oleh media digital yang ada pada sekarang ini.
Perbedaan Media Cetak:
| No. | Amerika | Indonesia |
| 1. | Media cetak hanya untuk kalangan elite | Media cetak untuk kalangan umum (semua masyarakat) |
| 2. | Diperdagangkan sehingga dikemas secara semenarik mungkn | Hanya untuk menampung aspirasi masyarakat |
| 3. | Kontennya bebas (tidak ada sensor) | Kontennya dibatasi dan diatur (ada sensor) |
| 4. | Awalnya ada UU yang mengatur, setelah itu dihapus karena ada kebebasan | Ada UU yang mengatur pers |
| 5. | Digunakan untuk hiburan kalangan tertentu | Digunakan sebagai alat propaganda di masa penjajahan |
Persamaan Media Cetak di Amerika dan Indonesia:
- Pada awalnya tidak boleh mengkritik pemerintah, namun sekarang sudah berubah karena menganut kebebasan pers
- Digunakan untuk membentuk opini masyarakat sebagai media informasi
- Pers lebih untuk kepentingan semua kalangan (pemerintah maupun masyarakat)
- Pers diatur oleh kode etik yang tidak dapat dilanggar
Istilah dalam Media Cetak/Pers:
- Corantos: lembaran berita satu halaman yang berisi kegiatan khusus
- Kode Etik Jurnalistik: himpunan etika profesi kewartawanan
- Acta Diurna: kegiatan sehari-hari yang dituliskan di batu tulis dan ditempatkan di dinding setelah pertemuan senat.
- Yellow Journalism: pemburukan makna berita karena pembuatan beritanya dibuat berlebihan sehingga diangap terlalu sensasional (contohnya: berita sex, kejahatan, pembunuhan, maupun bencana)
- Mucracker Journalism: surat kabar yang memberitakan tentang korupsi
- Publisitas: penyiaran tentang suatu hal atau seseorang kepada masyarakat luas
- Gossip Journalism: pemberitaan tentang sebuah isu yang belum terbukti kebenarannya
- Diurnal: pelapor surat kabar Indonesia
- Alien and Sedition Act: mengesahkan empat kelompok UU
- Pembredelan: pelarangan penyiaran, penghentian penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa atau melawan hukum







