KEBUMEN – Jalan penghubung antar Desa Donorojo, Kenteng, dan Kedungwringin, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, rusak parah. Kondisi jalan penghubung antar desa ini memang cukup parah, terlebih di musim penghujan seperti ini.
Kondisi jalan yang banyak terdapat lubang, dan digenangi air, hingga sulit dilalui kendaraan apapun, termasuk sepeda motor.
Kepala Desa Kenteng, Kecamatan Sempor Mustolih, mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten Kebumen, dan sudah 6 tahun terakhir belum dilakukan perbaikan.
“Jalan ini penghubung ke Desa Donorojo dan Kedungwringin Kecamatan Sempor. Jalan ini adalah K1, milik Kabupaten Kebumen. Dengan kondisi jalan yang sangat rusak parah, tentu sangat menghambat transportasi warga antar Desa. Terutama Desa Kenteng dan Donorojo,” ujar Mustolih, dikutip KebumenTalk.com dari kanal Youtube Berita Kebumen Ratih TV.
Selain menghambat transportasi warga, kondisi jalan yang rusak parah juga membuat beberapa siswa putus sekolah.
“Sudah ada beberapa anak putus sekolah karena kondisi jalan yang memprihatinkan dan sangat parah. Akibat jalan yang rusak seperti ini, lalu lintas, akomodasi, dan kegiatan terhambat,” lanjut Mustolih.
Kepala Desa Kenteng berharap, segera ada perbaikan di jalan tersebut. Hal tersebut dikarenakan jalan ini sangat penting bagi penunjang perekonomian masyarakat, termasuk akses anak sekolah.
Sulitnya akses yang dilalui dan jarak yang cukup jauh ke sekolah, menjadi salah satu alasan, sehingga beberapa anak putus sekolah.
Bahkan beberapa waktu lalu, ada seorang ibu hamil yang hampir melahirkan di jalan pada saat perjalanan menuju ke Puskesmas, menggunakan kendaraan bermotor.
“Ibu-ibu yang melahirkan datang ke Puskesmas dan kemarin belum lama hampir saja kejadian, hampir melahirkan dijalan dan dibawa pakai motor. Namun alhamdulillah bisa tertangani dan melahirkan dengan selamat di Puskesmas. Saya tidak bisa membayangkan, dengan kondisi jalan yang rusak parah, ibu tersebut sampai melahirkan di jalan,” lanjut Mustolih.
Selain itu, menurut salah satu warga Desa Kenteng, Karisem, dirinya terpaksa mengantarkan anaknya ke sekolah hampir setiap hari dengan berjalan kaki. Untuk bisa mencapai sekolah, dirinya membutuhkan waktu sekira 1,5 jam.
Karisem berharap, jalan ini segera diperbaiki agar warga dapat dengan mudah melewatinya.***







