BANYUMAS – Stasiun Kebasen di Desa Gambarsari merayakan satu tahun beroperasi dengan capaian menggembirakan. Dalam acara syukuran yang digelar Selasa (23/12), sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat menyampaikan harapan agar stasiun ini semakin memberi manfaat bagi warga sekitar.
Anggota DPR RI dari fraksi PKS, H. Yanuar Arif Wibowo SH menegaskan, keberadaan stasiun Kebasen diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat secara lebih efektif dan efisien.
“Aktivasi stasiun ini betul-betul bisa membantu masyarakat sekitar Kebasen ketika bepergian. Mudah-mudahan bukan hanya untuk pengguna perorangan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kawasan Kebasen memiliki potensi wisata seperti Bendung Gerak Serayu dan kuliner lokal. Dengan adanya stasiun, diharapkan daya tarik wisata semakin meningkat.
Yanuar juga menyampaikan aspirasi masyarakat agar jumlah kereta yang berhenti di Kebasen bertambah. Saat ini baru dua kereta, yakni KA Bengawan dan KA Serayu.
Vice President Daop V Purwokerto, Mohamad Arie Fathurrochman, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang Stasiun Kebasen mengalami lonjakan signifikan.
“Di Januari hanya sekitar 100 penumpang. Desember ini sudah lebih dari 400, bahkan bisa tembus 500 dengan situasi liburan. Artinya pertumbuhan naik lima kali lipat,” jelasnya.
Meski demikian, Arie menilai rencana penambahan kereta masih perlu dikaji. “Rata-rata penumpang harian masih di bawah 20 orang. Jika trafik meningkat lebih tinggi, tentu akan ada pertimbangan penambahan layanan,” katanya.

Yanuar menambahkan, jika jumlah penumpang harian bisa mencapai 100 orang, peluang penambahan pemberhentian kereta lain akan lebih besar. Ia juga menyampaikan aspirasi agar tersedia gerbong eksekutif di Kebasen.
“Saat ini penumpang yang ingin naik kereta eksekutif masih harus ke Purwokerto. Harapannya, ke depan ada kebijakan yang memungkinkan satu gerbong eksekutif di rangkaian kereta yang berhenti di sini,” ujarnya.
Dengan capaian satu tahun ini, masyarakat berharap Stasiun Kebasen terus berkembang dan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. (Angga Saputra)










