INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Sex Pistols: Pemberontakan Lewat Punk Rock yang Mengguncang Fondasi Industri Musik

Sex Pistols: Pemberontakan Lewat Punk Rock yang Mengguncang Fondasi Industri Musik
Minggu, 1 Februari 2026

Pada akhir 1970-an, dunia musik diguncang badai punk rock yang penuh keangkuhan dan pemberontakan. Di tengah gelombang itu, lahirlah Sex Pistols, band asal London yang mengubah wajah musik rock dan mengguncang fondasi industri musik.

Terbentuk pada 1972 dengan formasi Johnny Rotten (vokal), Steve Jones (gitar), Paul Cook (drum), dan Glen Matlock (bass), Sex Pistols segera menjadi ikon utama gerakan punk Inggris. Mereka hadir sebagai simbol perlawanan terhadap arus utama musik rock.

Album Legendaris

Tahun 1977, Sex Pistols merilis satu-satunya album studio penuh mereka, Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols. Album ini memicu kontroversi lewat lirik provokatif dan sikap anti-establishment dalam lagu seperti God Save the Queen dan Anarchy in the U.K.. Meski dilarang di berbagai tempat, album ini menjadi tonggak sejarah punk rock.

Johnny Rotten dan Sid Vicious
Johnny Rotten tampil sebagai wajah ikonik dengan gaya panggung provokatif. Sementara itu, pergantian Glen Matlock dengan Sid Vicious pada 1978 membawa dinamika baru sekaligus kekacauan. Namun, perjalanan band berakhir di tahun yang sama setelah tur terakhir di Amerika Serikat. Sid Vicious kemudian meninggal pada 1979 akibat overdosis heroin.

Meski karier mereka singkat, pengaruh Sex Pistols tetap abadi. Mereka membuka jalan bagi band punk dan post-punk lain, serta mengilhami gerakan musik independen dengan energi tinggi dan sikap anti-authority.

Jhonny Roten (sex pistols official)

Pada 1996, Sex Pistols kembali ke panggung lewat reuni, membuktikan bahwa semangat punk rock tetap hidup meski tanpa Sid Vicious.

Sex Pistols bukan sekadar band, melainkan gerakan. Dengan musik provokatif dan sikap pemberontakan terhadap norma sosial, mereka memperkenalkan dunia pada keganasan punk rock. Warisan mereka terus bergema, membuktikan bahwa satu teriakan bisa mengubah industri musik selamanya.

Angga Saputra

 

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

Gol Cepat Persak Kebumen Bikin Persibas Menelan Pil Pahit

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • BANYUMAS RAYA
  • LAINNYA
    • CATATAN REDAKSI

© 2021 indiebanyumas.com