Purbalingga – Sejumlah desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, ditimpa bencana banjir dan tanah longsor. Pemerintah daerah setempat menyusun langkah penanganan bagi daerah yang terdampak.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiiwi, usai meninjau langsung tiga lokasi bencana di daerah Kecamatan Karangmoncol dan satu lokasi di Kecamatan Pengadegan, mengatakan, untuk menangani tanah longsor di Desa Sirau, pihaknya memerintahkan instansi terkait memasang bronjong penahan di sungai. Selain itu, batu-batu besar juga harus disingkirkan dari jalan desa.
“Untuk Desa Sirau karena kemarin terjadi longsor susulan, banyak batu-batu besar yang menghalangi jalan dan intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan longsor dan menutup badan jalan. Nanti akan kita pasang bronjong dan juga nanti segera dilakukan pemecahan batu yang ada ditengah [jalan] itu sehingga nantinya bisa dilewati masyarakat, khususnya kendaraan roda empat,” kata Bupati Tiwi melalui keterangan pers yang diterima Selasa (26/10).
Adapun bencana banjir bandang di Desa Tunjungmuli mengakibatkan tiga kios di Pasar Runjang hanyut terbawa arus sungai. Ketiganya berada di bantaran Sungai Muli atau sisi barat Pasar Runjang Tunjungmuli. Kios semi permanen tersebut hanyut pada hari Minggu (24/10), pukul 17.00 WIB.
Di samping tiga kios yang sudah hanyut, di sekitar Sungai Muli juga nampak bangunan rumah penduduk yang berbatasan langsung dengan bantaran sungai. Kondisi tersebut cukup membahayakan jika terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi.
“Pemkab akan membuat bronjong melalui dinas terkait, nantinya ke depan untuk tahun 2022 akan dilakukan pemasangan talud yang akan dilakukan oleh DPUPR Purbalingga. Saya sudah berpesan kepada pak Kades Tunjungmuli selaku pemilik wilayah untuk mengimbau warganya tidak berdagang di bantaran sungai dalam rangka mengantisipasi agar kejadian seperti kemarin yang terbawa arus air ini tidak terjadi kembali,” jelas Tiwi.
Sementara itu, untuk penanganan ambrolnya ujung jembatan Sungai Karang yang menghubungkan Desa Grantung menuju pusat Kecamatan Karangmoncol akan ditangani segera oleh dinas terkait.
“Di Desa Grantung ada jembatan yang rogol karena arus sungai yang cukup deras, dalam waktu dekat ada penanganan-penanganan dari dinas-dinas terkait,” tuturnya.
Sebelumnya, Bupati juga telah menerima surat edaran dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terkait antisipasi penanggulangan bencana alam.
Sebagai tindak lanjut dari surat tersebut, dalam waktu dekat bupati akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) antisipasi bencana yang akan disosialisasikan sampai ke tingkat desa. Bupati juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan gerakan reboisasi.






