Purbalingga – Sekitar 23 komunitas pecinta alam di Kabupaten Purbalingga bergotong-royong menanam 3.300 pohon di wilayah bukit Siregol di Kecamatan Karangmoncol, Purbalingga, Minggu 31 Oktober 2021.
Aksi menanam poohon jenis Vetiver ini merupakan upaya dari para komunitas pecinta alam di Purbalingga untuk mencegah bencana tanah longsor di kawasan pegunungan Siregol.
“Hari ini kami menggelar Aksi Peduli Longsor Siregol dengan penanaman pohon bersama yang diikuti oleh lintas kominitas pecinta alam Purbalingga,” ujar Taufik Katamso, Ketua Harian Perhimpunan Pegiat Alam (PPA) Gasda.
Menurutnya, kerusakan alam yang terjadi di hutan Siregol sudah sampai taraf yang memprihatinkan.
“Banjir dan longsor semakin sering terjadi dan skalanya semakin besar,” ujarnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu yang lalu memang di wilayah Siregol sempat terjadi tanah longsor. Atas dasar inilah urgensi reboisasi di wilayah tersebut mesti segera digalakkan.
“Momen longsor kemarin harusnya menjadi pembelajaran bersama dan kami berharap aksi ini bisa memantik kepedulian masyarakat luas,” ujar sesepuh komunitas pecinta alam Purbalingga itu.
Pada kesempatan yang sama, Gunanto Eko Saputro, Koordinator Aksi Peduli Longsor Siregol menjelaskan bahwa antusiasme dari aksi ini cukup tinggi.
Setidaknya ada sekitar 200 orang turut serta dalam aksi tanam pohon di hutan Siregol.
“Kami persiapkan dalam waktu dua hari dan Alhamdulilah rekan-rekan pecinta alam begitu responsif,” katanya.
Untuk jenis pohon yang ditanam di hutan Siregol, Gunanto menjelaskan ada jenis Vetiver yang bagus untuk penahan longsor, Aren dan Beringin untuk konservasi mata air, serta tanaman buah Sirsak dan Jambu Biji.
Dia menambahkan, bibit pohon tersebut didapat dari bantuan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) serta sumbangan pribadi.
“Kami menanam lebih dari 3300 bibit tanaman yang semoga bisa tumbuh dan memberikan sumbangsih terhadap kelestarian alam kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Suparman, Koordinator Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Jateng Wilayah VII yang hadir pula dalam aksi tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut.
“Kepedulian rekan-rekan pecinta alam di Purbalingga luar biasa dan semoga kelestarian hutan bisa tetap terjaga,” ujarnya yang saat hadir ditemani Ikatan Penyuluh Kehutanan Indonesia (IPKINDO) Purbalingga.
Sebagai informasi, Kawasan Siregol adalah bagian dari Pegunungan Sisik Naga. Wilayah itu merupakan benteng hutan alam terakhir yang dimiliki oleh Kabupaten Purbalingga.***






