BANYUMAS – Gerakan Literasi Nasional (GLN) berupa program Satu Guru Satu Buku (Sagu Sabu) di Banyumas masih perlu dioptimalkan.
Pasalnya hingga saat ini program ini belum sepenuhnya ditindaklanjuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Irawati saat peluncuran buku sebanyak 30 judul buku puisi, kumpulan cerpen, Penilaian Tindakan Kelas (PTK), nonfiksi karya guru dan siswa SMP 3 Sokaraja sekaligus peringatan Kemilau Perak 25 Tahun SMP 3 Sokajara, Rabu (18/8//2021).
“Sagu Sabu belum secara masif ditindaklanjuti. Membaca sudah tetapi menulis belum.
Maka kami terus mendorong guru untuk menulis dan juga berkomunikasi dengan tim penilai juga terkait hal ini,” katanya.
Irawati terus mendorong agar gerakan literasi dan iklim literasi terus tumbuh di lingkungan pendidikan.
Secara konkret ia mendorong wadah seperti Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) ataupun MKKS untuk menjadi penggerak gerakan literasi.
“Melalui workshop penulisan, saya minta agar tidak hanya menggugurkan kewajiban saja.
Tetapi harus ada target, misalnya minimal 50 prosen ada hasil karya setelah mengikuti pelatihan tersebut.
Dorongan ini ternyata mulai berdampak terhadap tumbuh kembang literasi di kalangan guru,” katanya.
Gerakan literasi ini kata Irawati sebenarnya sudah sejalan dengan kebiasaan guru. Apalagi guru telah biasa untuk menyusun berbagai administrasi kependidikan mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
“Di era merdeka belajar dan guru penggerak saat ini, RPP sudah disederhanakan.
Jadi ini sebenarnya sudah mempermudah guru, jadi pengembangannya dalam proses pembelajaran di kelas,” ujarnya.
Irawati berharap dengan Merdeka Belajar dan guru penggerak, guru bisa meneladani kembali konsep among Ki Hajar Dewantara.
Guru diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan baik ketika berada di posisi depan, di tengah dan di belakang untuk suksesnya pendidikan siswanya.
Kepala SMP 3 Sokaraja, Agus Subagyo mengapresiasi kerja keras para rekan guru dan siswa yang telah sukses menerbitkan sekitar 30 buku baik yang ditulis secara individu maupun antologi.
Ia berharap ini menjadi motivasi guru untuk terus menulis.
“Peluncuran 30 buku ini menjadi bukti bahwa meski berada di pinggiran, SMP 3 Sokaraja bisa menjadi salah satu sekolah yang pro literasi.
Semoga ini turut berdampak untuk motivasi bagi para siswanya,” katanya.
Dalam acara tersebut, turut hadir pejabat dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas.
Dalam acara tersebut juga diberikan buku dari Penerbit Satria Publisher diwakili Rahmat Purwanto, SMP 3 Sokaraja untuk koleksi Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas yang diterima oleh Kabid Perpustakaan Dinas Arpusda, Caterina Flamboyan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.






