SUMPIUH – Volume sampah warga yang menjalani isolasi mandiri mulai mengalami penurunan. Menyusul berkurangnya jumlah warga yang karantina mandiri.
“Warga yang isolasi mandiri sudah langka,” terang Kepala Unit Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (UPKP) Wilayah Sumpiuh, Senin (23/8).
Tim pengangkutan sampah isolasi mandiri juga mulai lelah. Harus menyisir desa-desa yang terdapat warga sedang karantina mandiri di empat kecamatan wilayah kerja.
Bukan hal mudah untuk menemukan alamat rumah warga yang menjalani karantina mandiri. Meski sudah mengantongi data.
“Berharap, pengangkutan sampah oleh DLH dari UPKP hari ini menjadi yang terakhir,” ujar Titien.
Sedikitnya 4 kantong plastik sampah infeksius terkumpul dan diangkut DLH Banyumas. Sebelumnya, 19 kantong sampah isolasi mandiri sudah diangkut dengan rincian 6 dari Kebasen, masing-masing 5 dari Sumpiuh dan Tambak serta 3 asal Kemranjen.
Adanya pengangkutan sampah infeksius oleh UPKP diharapkan supaya masyarakat dapat mengambil hikmahnya.
Masyarakat tidak terpuruk dan ketakutan dengan pandemi corona virus. “Masyarakat harus lebih menjaga kebersihan dan kesehatan di masa wabah,” tandas Titien. (fij)






