BANYUMAS – Tim SAR gabungan masih terus berupaya menemukan seorang pria lanjut usia yang diduga hanyut di Sungai Tajum, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Memasuki hari kelima, Senin (7/4/2026), pencarian diperluas hingga ke kawasan hutan di sekitar sungai.
Namun hingga hari kelima, tanda-tanda keberadaan korban masih belum ditemukan.
Komandan Tim Rescue Fajar Adi menjelaskan, Basarnas bersama tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Satuan Rescue (SRU).
“SRU 1 melanjutkan penyisiran ke arah hilir Sungai Tajum dengan menggunakan LCR (perahu karet bermesin) untuk memaksimalkan pencarian. SRU 2 melakukan penyisiran ke area hutan di sekitar Sungai Tajum,” ujar Fajar.
Pencarian SRU 1 menyusuri sungai sejauh 8 kilometer dari Jembatan Maos, Kabupaten Cilacap, menuju hilir Sungai Serayu. Sementara SRU 2 menyisir radius 2 kilometer di kawasan hutan sekitar Sungai Tajum.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diduga hanyut terbawa luapan anak Sungai Tajum. Di lokasi ditemukan puing-puing bekas korban membersihkan aliran anak sungai.
Seorang saksi melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa, lalu diteruskan ke Kantor SAR Cilacap untuk meminta bantuan pencarian.
Korban diidentifikasi bernama Riswo (63 tahun), warga RT 02/01 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.
Kendala di Lapangan
Fajar mengakui tim menghadapi sejumlah kendala selama pencarian. Sinyal komunikasi yang tidak stabil dan cuaca yang kerap berubah menjadi hujan deras di area sungai menjadi tantangan utama.
“Kami berharap korban yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan,” tutup Fajar.
Pencarian akan dilanjutkan pada hari keenam mengingat hasil hari kelima masih nihil. (Alri Johan)







