INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

REPUBLIK BEGUNDAL NEOLIBERAL

Rabu, 6 Maret 2024

Prof Yudhie Haryono PhD
Rektor Universitas Nusantara

Ingat! Demokrasi neoliberal itu ontologinya: dari uang, oleh uang, untuk uang. Epistemologinya: menang kalah. Anti moral. Anti etika. Anti nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Aksiologinya: kebohongan, kecurangan dan ketamakan.

Ingat! Kata para pendiri republik, “tinggalkan arsitektur demokrasi liberal tua (plus yang muda), lalu peluklah demokrasi pancasila. Itu kunci pembangunan peradaban nusantara.”

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Ingat! Jika di belahan dunia lain, para perampok itu diternakkan oleh MNC (Multi National Corporate), di republik ini dikerjakan oleh negara (kleptokrasi).

Ini aneh. Negara Indonesia, walau bersepakat dalam arsitektur republik, bekerja secara sistematis menjadi perampok bagi warganya sendiri. Karenanya, aspek-aspek terpenting dari hadirnya republik postkolonial (ada dalam pembukaan UUD45) diabsenkan dengan seksama dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

Apa buktinya? Pemalsuan di mana-mana. Pemerkosaan di mana saja. Pemerasan menjadi menunya. Sogok-menyogok jadi sunnahnya. Dan, penguasaan asing via investasi asing, utang dan obral SDA-SDM berlangsung sistematis, masif dan terstruktur di siang bolong.

Republik ini secara cepat bertransformasi dari milik publik menjadi milik pemodal. Investasi menjadi invasi. Elitenya bekerja untuk pemodal, membela yang bayar, indexnya untuk diri dan keluarganya.

Karena niatnya mengkhianati konstitusi, tugas nasionalisasi dan revolusi tanah dibiarkan. Lalu, republik sibuk urus olahraga. Yang hebatnya hanya juara lima dengan anggaran super mewah dan upacara megah.

Nasionalismenya berubah secara drastis dari subtansi ke prosedur. Blusukan, pesta nikahan, berbaju militer dan selfi buat media dikerjakan dengan bangga dan dibayari pakai uang warga negara. Inilah epistema pemimpin survey dan dibesarkan hantu media.

Republik neoliberal menemukan penyempurnaannya setelah dicat oleh SBY, dibuat rumahnya oleh Mega, dicanangkan pondasinya oleh Gusdur, diseminarkan Habibi dan diimpikan Harto. Lalu, apa peran dik Kowi? Doi memastikan kesenjangan menjadi realitas yang tak terbantahkan.

Dalam republik neoliberal ciri utamanya adalah paria warga di zaman merdeka. Kita sadar bahwa derita orang merdeka adalah tidak diakui kemerdekaannya. Dan, derita penguasa adalah tidak diakui kekuasaannya.

Dalam republik neoliberal, kiyamat hanya mitos para keparat; agama hanya ilusi para durja dan jualan elitenya; hukum hanya igauan para alim; pancasila tinggal di diktat-diktat berdebu; moral dan etik terselip di saku-saku.

Dalam negara neoliberal yang culas, terdapat elit begundal yang ganas. Dalam begundal yang ganas, terselip keserakahan yang melampaui batas. Dalam keserakahan ini, puja-puji pada angka pertumbuhan diwiridkan dari istana secara serempak via media. Maka, tiap waktu adalah sinetron bisnis peng-peng (pengusaha-penguasa).

Maka, sungguh waktu tinggal sampahnya. Berlakulah takdir orang benar di tempat salah dan orang salah di tempat benar. Sempurna sudah kita hidup di zaman penjajah modern.

Dalam penjajahan modern, kita datangkan semilyar serdadu untuk membunuh mereka/Bidikkan sejuta senapan tepat ke uluh hati mereka/Alam semesta kan menjadi saksi bahwa mereka di sini untuk merampok kita semua/Dan, biarkan kita mati dalam perlawanan pada mereka.

Tuan Jokowi, terimakasih telah berjasa memastikan republik neoliberal menjadi nyata. Hadir plus riil. Dan, kenyataan ultimanya adalah negara menjadi swasta.(*)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

NEGARA AUTIS

Selanjutnya

BUMN Siap Layani 80.215 Pemudik untuk 200 Kota

TERBARU

Tiga Dekade Menanti Kepastian, Pemenang Lelang 1996 Ajukan Gugatan ke Pemerintah

Tiga Dekade Menanti Kepastian, Pemenang Lelang 1996 Ajukan Gugatan ke Pemerintah

Kamis, 12 Februari 2026

KAI dan Kejari Banjarnegara Teken Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

KAI dan Kejari Banjarnegara Teken Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

Kamis, 12 Februari 2026

Satgas Saber Polresta Banyumas Sidak Pasar Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Terpantau Stabil

Satgas Saber Polresta Banyumas Sidak Pasar Jelang Ramadhan, Harga Bahan Pokok Terpantau Stabil

Kamis, 12 Februari 2026

POPULER BULAN INI

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Diduga Ditipu Oknum Kolektor, Pedagang Purbalingga Ajukan Laporan ke Polres

Jumat, 6 Februari 2026

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Kades Sudimara Beberkan Polemik Lokasi Puskesmas 2 Cilongok

Selasa, 3 Februari 2026

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

MA Kabulkan Kasasi JPU Banyumas, Kades Suro dan Warga Divonis 8 Bulan Penjara

Senin, 2 Februari 2026

Selanjutnya

BUMN Siap Layani 80.215 Pemudik untuk 200 Kota

ASN Harus Siap Hadapi Transformasi Birokrasi dari Struktural ke Fungsional

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com