INDIE BANYUMAS
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
INDIE BANYUMAS

Ramai-Ramai Kritik Wacana Anggota TNI dan Polri Bisa Jadi ASN

Senin, 18 Maret 2024

Sejumlah kelompok masyarakat sipil mengkritik langkah pemerintah yang berencana membuat TNI dan Polri aktif bisa mengisi jabatan aparatur sipil negara (ASN).
Direktur Eksekutif Imparsial Gufron Mabruri mendesak agar Presiden Joko Widodo agar membatalkan wacana tersebut. Menurutnya rancangan peraturan pemerintah (RPP) manajemen ASN dari Kemenpan-RB hanya akan mengembalikan praktik dwifungsi ABRI.

Padahal, kata dia, praktik yang melekat dengan rezim Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto sudah dihapuskan sebagai salah satu amanat dari reformasi. Karenanya, ia menilai hal itu sebagai bentuk kemunduran kembali ke Orde Baru.

“Rencana kebijakan tadi (RPP manajemen ASN) harus dikaji secara serius dan bahkan harus dibatalkan, mengingat bertentangan dengan agenda Reformasi,” ujarnya dalam sebuah diskusi, Minggu (17/3).

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca
Advertisement Advertisement Advertisement

Sementara itu, Direktur Eksekutif Human Rights Working Group (HRWG) Daniel Awigra menduga pemerintah sedang berupaya melakukan sekuritisasi lewat wacana pengisian jabatan ASN oleh TNI-Polri.

Daniel mengatakan sekuritisasi adalah konsep menjadikan semua di luar isu keamanan dan pertahanan turut menjadi domain militer. Dengan begitu, TNI/Polri bisa masuk ke ranah sipil dengan dalih menjaga keamanan dan pertahanan negara.

Advertisement. Scroll Untuk Lanjutkan Membaca

“Dalam konteks hari ini bisa isu apa saja, tapi dalam konteks Orde Baru itu isu ekonomi. Siapapun yang melawan proyek-proyek pembangunan oleh Bapak Pembangunan (Soeharto) itu bisa dikatakan musuh-musuh pembangunan. Orang-orang (masyarakat sipil) yang kapan saja nasibnya bisa enggak jelas,” wanti-wanti Daniel.

“Kalau masyarakat sipil tidak mengatakan bahwa ini ada gejala ke sana dan kita tidak ingin membiarkan, artinya kita menolak RPP ini, maka saya rasa demokrasi kita benar-benar sudah di ujung tanduk,” imbuhnya.

Senada, Ketua Badan Pengurus Centra Initiative Al A’raf menyebut setidaknya ada tiga bahaya utama apabila TNI/Polri benar-benar diperbolehkan mengisi jabatan sipil.

Pertama, ia menilai kebijakan tersebut justru hanya akan akan melemahkan profesionalisme TNI-Polri. Pasalnya tugas dan orientasi utama untuk menjaga pertahanan dapat terabaikan dikarenakan lebih sibuk mengemban jabatan di kementerian/lembaga (K/L).

Kedua, Al A’raf menegaskan jabatan-jabatan sipil tersebut sedari awal bukanlah kompetensi dari para anggota TNI-Polri. Ia menegaskan ada perbedaan hakikat pembentukan militer dan birokrasi sipil.

“Hakikat dibentuk militer di negara manapun dilatih, dididik, dan dipersiapkan untuk perang. Maka doktrin dia (militer), kill or to be kill. Sementara birokrasi sipil itu orientasinya to serve, untuk melayani, berbeda,” jelasnya.

“Jadi, kalau ada militer aktif masuk dalam ruang birokrasi itu jelas-jelas akan mengganggu birokrasi sipil secara hakikat,” tegas Al A’raf.

Ketiga, menurutnya kebijakan tersebut justru berpotensi menimbulkan konflik antara militer dengan pegawai negeri sipil (PNS). Ia mencontohkan ASN mulai kariernya sebagai CASN hingga mengikuti banyak pelatihan dan pendidikan untuk mengisi jabatan sipil.

Akan tetapi, jika wacana tersebut terwujud, jabatan-jabatan struktural yang ada berpotensi ‘diserobot’ oleh para militer aktif. Ia menyebut ini akan berujung pada demotivasi kerja para ASN.

Berdasarkan keterangan resmi di situs Kemenpan RB, rencana TNI/Polri bisa mengisi jabatan ASN ini akan dituangkan dalam peraturan pemerintah (pp) sebagai tindak lanjut UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN. RPP manajemen ASN ini mencakup 22 bab yang terdiri dari 305 pasal.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas mengatakan Presiden Joko Widodo juga sudah menyetujui RPP manajemen ASN ini pada 5 Februari 2024 lalu. Ia menargetkan RPP manajemen ASN ini rampung pada 30 April 2024 mendatang.

“Tentu aturan ini bersifat resiprokal dan akan diseleksi secara ketat, serta disesuaikan dengan kebutuhan instansi yang bersangkutan dengan mekanisme manajemen talenta. Kita akan mendapatkan talenta terbaik dari TNI/Polri dan mereka pun dapatkan ASN terbaik,” tegas Anas dalam keterangan resmi, Selasa (12/3). (/CNN)

ShareTweetKirimkan
Sebelumnya

MKGR Dukung Airlangga Hartarto Kembali Jadi Ketua Umum Partai Golkar

Selanjutnya

Militer Masuk ASN Diduga Jadi Gerbang Revisi UU TNI

TERBARU

Tragedi Halalbihalal di Purbalingga, Bocah 4 Tahun Tewas Terperosok Sumur 11 Meter

Tragedi Halalbihalal di Purbalingga, Bocah 4 Tahun Tewas Terperosok Sumur 11 Meter

Minggu, 22 Maret 2026

Bukan Cuma Ngaji, Santri Kini Wajib Jago Olahraga! Ini Kata Menag

Takbir Idulfitri, dari Tradisi Rasulullah hingga Syiar di Pasar

Sabtu, 21 Maret 2026

Halalbihalal PDIP, Megawati Diskusikan Geopolitik hingga Perubahan Iklim dengan Dubes Inggris-Iran-Palestina

Halalbihalal PDIP, Megawati Diskusikan Geopolitik hingga Perubahan Iklim dengan Dubes Inggris-Iran-Palestina

Sabtu, 21 Maret 2026

POPULER BULAN INI

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Angin Puting Beliung Terjang Cilongok, 27 Rumah Rusak

Minggu, 22 Februari 2026

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

KPK OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman

Jumat, 13 Maret 2026

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Rp3,3 Miliar Ditolak, PT AKAS Gugat Tender Parkir GOR Satria

Senin, 23 Februari 2026

Selanjutnya

Militer Masuk ASN Diduga Jadi Gerbang Revisi UU TNI

Hasto: Ketika Saya Kritisi Jokowi, Kasus Harun Masiku Tiba-tiba Muncul

Tentang Kami / Redaksi
Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com

Tentang Kami / Redaksi / Pedoman Media Siber / Independensi & Donasi

© 2021 indiebanyumas.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • BANYUMAS RAYA
  • NASIONAL
  • HUKUM
  • POLITIK
  • EKONOMI
  • DUNIA
  • HUMANIORA

© 2021 indiebanyumas.com