PURWOKERTO – Dari sekian banyak klaster Covid-19 yang muncul di Banyumas satu bulan ke belakang, dua klaster diizinkan untuk melakukan isolasi mandiri. Sehingga tidak perlu menghuni rumah karantina (RK) yang sudah disiapkan.
Dua klaster itu yakni klaster Karangtalun Kidul dan klaster Watuagung Kecamatan Tambak. Warga di dua klaster tersebut tetap berada di wilayahnya untuk menjalani isolasi mandiri.
Sebelumnya, seluruh warga yang dinyatakan positif dibawa ke RK untuk menjalani karantina. Mulai dari Klaster Tanggeran, Pekaja, Karangklesem, Karangcegak, Rawalo, Rawaheng dan Danaraja.
Kadinkes Banyumas, Sadiyanto SKM M.Kes mengatakan untuk klaster di Desa Karangtalun Kidul dengan 19 warga terkonfirmasi positif Covid-19, baru pada Minggu (16/5) malam permohonan warga untuk dapat menjalani isolasi mandiri akhirnya diijinkan.
“Puncak keinginan dari warga agar tidak dievakuasi ke RK Baturraden juga baru muncul kemarin malam (Minggu),” katanya ketika ditemui Radarmas, Senin (17/5).
Sadiyanto menjelaskan awal mula klaster Desa Karangtalun Kidul berawal dari tracing kontak erat warga yang meninggal dunia dengan positif Covid-19 di RSUD Ajibarang. Dari tracing pertama didapati 2 orang terkonfirmasi positif menyusul tracing kedua dengan 8 orang positif. Tracing terakhir habis sebanyak 19 orang terkonfirmasi positif. Sempat “eyel-eyelan” pada Minggu (16/5) malam, permohonan untuk isolasi mandiri diizinkan. Pengawasan ketat dari puskesmas dibantu Satgas dengan menerapkan micro lockdown.
“Karangralun Kidul total 29 orang positif,” terang dia.
Sementara itu untuk klaster Desa Watuagung, perhitungan Dinkes Banyumas pada Senin (17/5) dari 43 orang yang menjalani isolasi mandiri, 4 orang diantaranya selesai isolasi pada Senin (17/5).
Kasi Survailans, Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinkes Banyumas, Achmad Chairul Hamdi S.KM MKM mengatakan awal mula munculnya klaster Watuagung dari 1 warga yang konsultasi ke bidan desa karena bergejala mengarah ke Covid-19. Dari hasil pengecekan puskesmas, anggota keluarga lain yang bersangkutan ternyata juga bergejala. Setelah diswab diketahui 43 orang terkonfirmasi positif.
Dinkes menjalankan isolasi mandiri karena dari Pemdes juga sanggup menyewa 2 unit rumah khusus untuk isolasi warganya.
“Awalnya dari klaster keluarga berkembang menjadi RT. Hasil swab pertama dengan konfirmasi positif keluar 6 Mei setelah dilakukan swab PCR satu hari sebelumnya,” jelasnya kepada Radarmas, Senin (17/5). (yda)







