Klengkeng varietas New Cristal terbukti cocok dikembangkan di wilayah Banyumas. Hal itu ditunjukkan oleh Muchlis Sutikno, petani asal Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Kedungbanteng, yang berhasil membudidayakan puluhan pohon klengkeng dengan hasil panen melimpah.
Meski berasal dari daerah dengan lahan perkebunan luas, Muchlis bersama rekannya berani menggarap lahan di pinggiran kota Purwokerto, tepatnya di Jl. Sunan Giri, Dusun I Karangrau, Kecamatan Sokaraja. Lokasi tersebut kini menjadi kebun klengkeng produktif.
Menurut Muchlis, klengkeng New Cristal memiliki keunggulan dibanding varietas lain karena perawatannya relatif mudah dan mampu berbuah sepanjang tahun dengan perlakuan khusus menggunakan sistem booster.
“Sekarang saya sedang melakukan booster pembuahan pada 50 pohon, alhamdulillah semuanya berbuah. Insyaallah saat bulan puasa sudah bisa panen,” ujarnya.
Ia menyebutkan, satu pohon klengkeng New Cristal dapat menghasilkan hingga 25 kilogram buah dalam sekali panen. Dengan produktivitas tersebut, potensi ekonominya dinilai sangat menjanjikan. Dari segi kualitas, buah ini juga diklaim mampu bersaing dengan klengkeng impor berkat tingkat kemanisan dan kesegarannya.
“Klengkeng masih banyak impor, padahal pasar sangat terbuka. Kualitas klengkeng New Cristal ini berani bersaing, baik dari rasa manis maupun kesegarannya,” jelasnya.
Namun, Muchlis mengungkapkan masih ada kendala di lapangan, seperti maraknya pencurian buah saat masa panen dan minimnya dukungan dari pemerintah daerah.
“Saya dulu pernah menyampaikan ke bupati soal potensi klengkeng ini, apalagi banyak lahan milik pemda yang belum dimanfaatkan. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ungkapnya.
Ia berharap keberhasilannya dapat menjadi contoh bagi pemerintah daerah maupun desa untuk menjadikan budidaya klengkeng sebagai bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan petani lokal.
“Ini bukan cerita muluk-muluk. Petani pinggiran juga bisa membuktikan kalau klengkeng bisa jadi andalan Banyumas,” pungkasnya. (Angga Saputra)










